Serangan-serangan Ahok kepada Roy Suryo

Sebelumnya Roy Suryo menyomasi Ahok, kini giliran Ahok menyerang mantan anggota DPR dari Partai Demokrat tersebut.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Serangan-serangan Ahok kepada Roy Suryo
Ahok-Roy Suryo. ©2014 Merdeka.com

Perseteruan antara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo terus berlanjut. Masing-masing kubu saling serang. Setelah sebelumnya Roy Suryo menyomasi Ahok , kini giliran Ahok menyerang mantan anggota DPR dari Partai Demokrat tersebut.Ahok mengaku tidak mempermasalahkan somasi yang dilayangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ahok justru membantah telah mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan Kemenpora terkait rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan."Enggak ada masalah, saya enggak pernah ngatain apa-apa kok. Cuma beliau (Menpora) pulang dari Halmahera, mungkin dilaporin bagian hukumnya, saya biasa BBM sama beliau. Saya enggak ada pernah ngomong dihambat pusat," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/6) lalu.Kemarin, Ahok kembali menyerang Roy Suryo . Bahkan, Ahok mencibir Roy belum tentu akan selesai mengemban tugasnya hingga 3,5 bulan mendatang. Berikut serangan-serangan Ahok terhadap Roy Suryo , seperti yang berhasil dihimpun merdeka.com, Kamis (26/6):

Ahok sebut Roy Suryo cuma numpang ngetop

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo hanya ingin mencari popularitas dengan mensomasi dirinya terkait penghambat mega proyek Mass Rapid Transit (MRT). Hal tersebut yang mendasari Kemenpora hingga saat ini belum mengeluarkan surat rekomendasi pembongkaran stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan."Makanya saya bilang Menpora itu jangan ngomong sembarangan. Dia punya pengacara entar somasi-somasi. Kalau aku sih males somasi dia, aku takut kalau lu ngetop. Karena dia gitu. Mau ngetop aja. Mau numpang ngetop apa?," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/6) lalu.Ahok meminta Roy Suryo membalas surat rekomendasi yang diberikan Pemprov DKI kepada Kemenpora yang telah diberikan April lalu. Namun yang terjadi justru Roy Suryo malah menuding Ahok hanya mau numpang tenar saja dari kasus tersebut."Kenapa dia bilang 'baru jadi Plt. Sudah mau neken Menpora?' Sudahlah enggak usah numpang Ahok ngetop. Ngetop sendiri aja. Bilangin kayak gitu," kata dia.

3,5 Bulan lagi belum tentu Roy Suryo masih jadi menteri

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mempertanyakan kenapa Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo tidak membalas surat yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Surat itu mengenai permintaan rekomendasi untuk pembongkaran Lapangan Lebak Bulus."Kemarin kita udah kirim surat, tapi gak dibalas malah balasnya lewat media. Makanya kita bingung. Padahal itukan program pemerintah pusat," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/6).Pembongkaran Stadion Lebak Bulus diperlukan untuk pembangunan terminal mass rapid transit (MRT). Ahok mengungkapkan, pada masa kepemimpinan Sutiyoso , pembongkaran Lapangan Menteng tidak menghiraukan menpora, dan tidak terjadi masalah."Terpentingkan lapangan diganti lapangan. Toh tiga setengah bulan lagi belum tentu dia ( Roy Suryo ) masih ada di Kemenpora," tutupnya.

Ahok mengaku tak pernah ngatain Roy Suryo apa-apa

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak mempermasalahkan somasi yang dilayangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ahok membantah telah mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan Kemenpora terkait rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan."Enggak ada masalah, saya enggak pernah ngatain apa-apa kok. Cuma beliau (Menpora) pulang dari Halmahera, mungkin dilaporin bagian hukumnya, saya biasa BBM sama beliau. Saya enggak ada pernah ngomong dihambat pusat," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/6).Ahok malah mengaku kesal dengan anak buahnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti karena terlambat menyerahkan sertifikat lahan taman BMW ke Kemenpora. "Justru malah saya marahin anak buah saya. Kenapa ada sertifikat, kenapa ada sertifikat enggak mau diserahin sama Menpora. Padahal Menpora tinggal nunggu dapat sertifikat, kemudian kasih rekomendasi," katanya.Dia menegaskan, jika somasi itu dilayangkan kepada Ahok secara pribadi maka akan salah alamat. "Sekarang Pak Suryo itu ngincar Ahok atau pemprov? Iya kan. Kalau somasi ke saya mah salah kamar kali. Masa ke Ahok? Aku enggak pernah ngomong kok. Itu kan Pemprov kan. Orang enggak ada salah minta maaf gimana," ujar Ahok.Ahok mengatakan saat ini Pemprov DKI masih menunggu surat somasi yang dilakukan Kemenpora. Politikus Gerindra ini menegaskan Pemprov DKI akan membalas surat tersebut secara hukum."Kalau kamu mau minta Pemprov DKI yang minta maaf ya kita tunggu surat somasinya, kita balas secara hukum," jelasnya.Sebelumnya Menpora Roy Suryo telah mensomasi Ahok karena menyalahkan Kemenpora sebagai penyebab terhambatnya pembangunan MRT. Kemenpora dinilai belum menyerahkan surat rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk dijadikan stasiun dan depo MRT.

Ahok sebut Roy Suryo minta Jokowi ajukan surat pembongkaran Stadion Lebak Bulus

Ahok mengungkapkan Menpora Roy Suryo pernah menemui gubernur DKI Jakarta nonaktif Joko Widodo untuk meminta pengajuan rekomendasi surat pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selain itu, Kemenpora meminta surat sertifikat Taman BMW, Jakarta Utara untuk dijadikan stadion pengganti Lebak Bulus tersebut."Padahal yang tulis surat mau minta rekomendasi itu siapa, tahu enggak? Joko Widodo. Itu April 2014. Yang dia pernah datang ngadep. Dia pikir mau diangkat menteri lagi kali gitu. Dia datang lho ngadep Pak Joko Widodo tuh. Pak jokowi bikin surat ke Menpora, April 2014," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/6).Namun, Ahok heran hingga saat ini Kemenpora belum memberikan surat rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembongkaran stadion yang akan dijadikan depo dan terminal MRT tersebut. Jadi, lanjut Ahok, bukan dirinya lah yang menulis surat pengajuan rekomendasi tersebut kepada Menpora."Lalu kenapa dia enggak jawab? Jadi sampai hari ini saya belum pernah tulis surat ke yang namanya Menpora Roy Suryo yang mau ngetop itu soal minta BMW lho," katanya.

Rekomendasi