Jahe yang disimpan di dapur bisa kehilangan kadar air hingga permukaannya mengerut. Kondisi ini membuat jahe tidak lagi mudah digunakan untuk memasak atau membuat minuman. Memahami cara menyimpan jahe agar tidak cepat keriput membantu menjaga persediaan tetap bisa digunakan tanpa harus sering membeli jahe baru.
Jahe sering dibeli dalam jumlah banyak untuk menghemat waktu belanja. Namun, jika penyimpanannya tidak tepat, sebagian jahe bisa mengering sebelum sempat diolah. Masalah ini kerap terjadi ketika jahe dibiarkan terbuka, terkena udara dalam waktu lama, atau disimpan di tempat yang tidak sesuai dengan kondisi rimpangnya.
Ada beberapa cara menyimpan jahe agar tidak cepat keriput yang bisa diterapkan di rumah. Berikut adalah beberapa tips tersebut supaya jahe bisa awet lebih lama yang telah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
1. Pilih Jahe yang Belum Mengalami Keriput
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383326/original/007650500_1793082708-cabf5307-2725-4275-954e-f2040b8e96a5.jpg)
Sebelum menyimpan jahe, periksa kondisinya terlebih dahulu. Pilih rimpang yang terasa padat saat ditekan dan tidak menunjukkan bagian yang menyusut. Jahe dengan permukaan mengerut biasanya telah kehilangan sebagian air sehingga penyimpanan berikutnya tidak selalu dapat mengembalikan kondisinya.
Perhatikan juga kulit jahe. Hindari rimpang yang memiliki bercak jamur, bagian lembek, atau aroma yang tidak biasa. Sesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan memasak agar jahe bisa digunakan sebelum mengalami perubahan kondisi dan tidak menumpuk terlalu lama di dapur.
Advertisement
2. Simpan Jahe di Tempat Kering dan Tidak Terkena Matahari
Jahe utuh yang belum dikupas dapat disimpan di tempat kering dengan sirkulasi udara yang baik. Pilih area dapur yang jauh dari sinar matahari langsung, kompor, dan sumber panas lainnya. Paparan panas dapat mempercepat kehilangan air sehingga permukaan jahe lebih cepat mengerut.
Gunakan keranjang atau wadah yang memungkinkan udara bergerak di sekitar rimpang. Hindari meletakkan jahe di dekat tempat pencucian piring yang sering terkena cipratan air. Periksa persediaan secara berkala dan pisahkan jahe yang mulai menunjukkan tanda kerusakan.
Advertisement
3. Bungkus Jahe dengan Tisu Kering
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383327/original/014818100_1793082708-61fb206f-5624-42e0-a497-eb70d7767b61.jpg)
Tisu dapur dapat membantu menyerap air yang tersisa pada permukaan jahe. Jika jahe baru dicuci, keringkan terlebih dahulu sebelum dibungkus. Langkah ini membantu mencegah air terperangkap selama penyimpanan dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur pada permukaan rimpang.
Setelah kering, bungkus jahe dengan tisu dapur, lalu masukkan ke wadah atau kantong penyimpanan. Periksa pembungkus secara berkala dan ganti jika terasa basah atau terlihat kotor. Jangan membiarkan jahe terbungkus tisu lembap dalam waktu lama.
Advertisement
4. Simpan Jahe di Kulkas
Kulkas dapat membantu memperlambat perubahan kondisi jahe ketika suhu dapur cenderung panas. Masukkan jahe utuh yang sudah kering ke dalam kantong atau wadah tertutup. Letakkan di bagian penyimpanan sayuran dan hindari menyimpannya dalam keadaan basah.
Periksa bagian dalam wadah secara berkala untuk memastikan tidak ada air atau embun berlebihan. Jika menggunakan tisu pembungkus, ganti ketika sudah lembap. Lama penyimpanan bergantung pada kondisi jahe dan cara pengemasannya, sehingga pemeriksaan tetap diperlukan sebelum jahe digunakan.
Advertisement
5. Bekukan Jahe untuk Penyimpanan Lebih Lama
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383328/original/019758300_1793082708-db80cc0b-3e10-46ba-96a5-54b4908700ce.jpg)
Pembekuan dapat menjadi pilihan ketika persediaan jahe terlalu banyak untuk dihabiskan dalam beberapa minggu. Cuci jahe jika diperlukan, lalu keringkan permukaannya. Jahe bisa dibekukan dalam keadaan utuh, dipotong-potong, atau diparut sesuai kebutuhan memasak.
Masukkan jahe ke kantong khusus pembeku atau wadah yang dapat ditutup rapat. Beri tanda tanggal penyimpanan agar persediaan lebih mudah diatur. Jahe beku dapat langsung diparut atau dipotong untuk bumbu masakan dan minuman tanpa harus mencairkan seluruh bagian.
Advertisement
6. Jangan Mencuci Jahe Sebelum Disimpan jika Belum Akan Digunakan
Jahe yang baru dibeli tidak harus langsung dicuci jika belum akan digunakan. Bersihkan tanah yang menempel seperlunya, lalu lakukan pencucian menyeluruh menjelang pengolahan. Cara ini membantu menghindari air yang tertinggal pada permukaan selama penyimpanan.
Jika jahe sudah dicuci, keringkan menggunakan kain bersih atau tisu dapur. Periksa lekukan di antara bagian rimpang karena air bisa tertinggal di sana. Jangan langsung memasukkan jahe yang masih basah ke kantong tertutup karena kelembapan dapat memicu pertumbuhan jamur.
Advertisement
7. Simpan Jahe yang Sudah Dipotong dalam Wadah Tertutup
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383329/original/024494600_1793082708-135ad710-b8ec-49b7-9a61-ed3af533ebe8.jpg)
Jahe yang sudah dipotong memiliki bagian dalam yang terbuka sehingga lebih mudah terpapar udara dan kotoran. Jika tidak langsung digunakan, masukkan potongan jahe ke wadah bersih yang dapat ditutup rapat. Simpan di kulkas dan hindari membiarkannya terbuka di meja dapur.
Potong jahe sesuai jumlah yang dibutuhkan agar sisa rimpang tetap utuh selama mungkin. Gunakan pisau dan talenan bersih untuk mengurangi perpindahan kotoran. Periksa jahe sebelum digunakan kembali dan jangan gunakan jika muncul jamur, lendir, atau aroma yang tidak biasa.
Advertisement
8. Periksa Jahe secara Berkala
Penyimpanan tidak selesai setelah jahe dimasukkan ke wadah. Periksa persediaan secara berkala, terutama jika membeli dalam jumlah banyak. Perhatikan perubahan pada kulit, tekstur, dan aroma agar kerusakan bisa diketahui sebelum memengaruhi rimpang lain yang disimpan bersama.
Pisahkan jahe yang menunjukkan tanda jamur atau pembusukan. Bersihkan wadah jika terdapat cairan atau sisa kotoran, kemudian keringkan sebelum digunakan kembali. Atur jahe berdasarkan waktu pembelian dan gunakan persediaan yang lebih dahulu disimpan agar tidak terlupakan.
Advertisement
Ide Olahan Jahe Sederhana saat Persediaan Terlalu Banyak
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383330/original/030251100_1793082708-61f184a2-3c77-49c5-8b20-298d22c0b467.jpg)
Jika jahe di dapur masih tersisa dalam jumlah banyak, mengolahnya menjadi beberapa jenis makanan atau minuman dapat membantu mengurangi persediaan. Pilih resep yang menggunakan bahan yang sudah tersedia di rumah. Berikut beberapa ide yang bisa dibuat tanpa proses memasak yang rumit.
1. Wedang Jahe: Iris atau memarkan jahe, lalu rebus bersama air hingga sarinya keluar. Tambahkan gula sesuai selera jika diperlukan. Minuman ini bisa dibuat untuk konsumsi harian, tetapi simpan sisanya dalam wadah bersih di kulkas.
2. Teh Jahe: Masukkan irisan jahe ke air mendidih bersama teh celup atau daun teh. Diamkan beberapa menit sebelum diminum. Resep ini cocok untuk memanfaatkan jahe dalam jumlah kecil tanpa membutuhkan banyak bahan tambahan.
3. Sirup Jahe: Rebus jahe yang sudah dimemarkan bersama air dan gula hingga tercampur. Setelah dingin, saring lalu simpan dalam botol bersih di kulkas. Gunakan sebagai campuran minuman dan periksa kondisinya sebelum dikonsumsi.
4. Jahe Parut Beku: Parut jahe yang sudah dibersihkan, lalu bagi menjadi beberapa porsi kecil. Masukkan ke wadah atau cetakan es yang aman untuk pembeku. Ambil satu porsi saat membuat tumisan, sup, atau minuman.
5. Bumbu Jahe untuk Masakan: Haluskan jahe bersama bawang putih dan bahan bumbu lain sesuai resep. Bagi menjadi beberapa porsi agar mudah digunakan saat memasak. Simpan dalam wadah tertutup di kulkas dan gunakan dalam waktu yang sesuai.
6. Permen Jahe Sederhana: Masak jahe yang sudah diparut bersama gula dan sedikit air hingga campuran mengental. Aduk sambil dipanaskan agar tidak mudah gosong, kemudian bentuk sesuai kebutuhan setelah suhunya memungkinkan untuk ditangani.
7. Jahe untuk Kaldu: Tambahkan irisan atau memaran jahe ke dalam rebusan ayam, ikan, atau sayuran. Jahe membantu memberi aroma pada kuah dan bisa dipadukan dengan bawang putih serta daun bawang sesuai resep.
8. Bubuk Jahe Rumahan: Iris jahe tipis-tipis, lalu keringkan hingga kadar airnya berkurang sebelum dihaluskan. Simpan bubuk dalam wadah kedap udara yang kering. Pastikan jahe benar-benar kering agar bubuk tidak mudah menggumpal atau berjamur.
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Dicari tentang Cara Menyimpan Jahe
1. Bagaimana cara menyimpan jahe agar tidak cepat keriput?
Simpan jahe utuh di tempat kering dan jauh dari panas. Untuk penyimpanan lebih lama, masukkan jahe yang sudah kering ke wadah tertutup di kulkas.
2. Apakah jahe sebaiknya disimpan di kulkas?
Jahe dapat disimpan di kulkas, terutama jika akan digunakan selama beberapa minggu. Masukkan ke wadah atau kantong penyimpanan setelah memastikan permukaannya kering.
3. Berapa lama jahe bisa disimpan?
Lama penyimpanan bergantung pada kondisi jahe, suhu, dan cara penyimpanannya. Periksa jahe secara berkala dan gunakan lebih dahulu persediaan yang dibeli sebelumnya.
4. Apakah jahe boleh disimpan di freezer?
Jahe boleh disimpan di freezer untuk memperpanjang masa penyimpanan. Jahe dapat dibekukan utuh, dipotong, atau diparut dalam porsi yang sesuai kebutuhan.
5. Apakah jahe yang sudah keriput masih bisa digunakan?
Jahe yang keriput belum tentu rusak jika tidak menunjukkan tanda pembusukan atau jamur. Periksa aroma dan teksturnya. Jangan gunakan jahe yang berlendir, berjamur, atau berbau tidak biasa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383325/original/000108400_1793082708-681f8d05-a5b6-41be-ac99-fa449ac98f83.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383171/original/064530500_1793073743-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383177/original/006058700_1793073919-70822f15-d42d-44ac-8dd1-1c775cdb99fa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383134/original/055100400_1793072410-2dd628e9-5c98-4343-b45c-68dc534c0658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562525/original/049247200_1776831773-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382948/original/037877300_1793032408-No_Na.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471611/original/047789900_1768290684-jambu_air__2_.jpg)