6 Hal Pantang Dilakukan saat Dekorasi Interior Rumah, Sering Terlupakan Pemilik

Apakah ruang tamu terasa sesak? Apakah suasana ruangan terasa positif dan menyambut?

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
6 Hal Pantang Dilakukan saat Dekorasi Interior Rumah, Sering Terlupakan Pemilik
6 Hal Pantang Dilakukan saat Dekorasi Interior Rumah, Sering Terlupakan Pemilik (Merdeka.com)

Dekorasi interior rumah kerap menjadi langkah awal pemilik dalam menata ruangan. Baik saat pindah ke rumah baru maupun memperbarui hunian lama, menentukan cara menata dan menghias rumah bisa terasa membingungkan. Apakah warna cat terlalu gelap? Apakah ruang tamu terasa sesak? Apakah suasana ruangan terasa positif dan menyambut?

"Memiliki ruang yang seimbang tidak hanya meningkatkan tampilan dan nuansa, tetapi juga memberikan dampak psikologis," ujar Scheherazade Lunn, dekorator interior bersertifikat sekaligus pendiri Lunn Interiors.

"Seperti halnya rumah yang bersih memberi rasa tenang, hal yang sama juga berlaku untuk ruang yang tertata baik."

Sejumlah dekorator dan desainer interior membagikan hal-hal yang mereka hindari saat menata rumah mereka sendiri serta alasan mengapa hal tersebut berpengaruh pada kenyamanan dan kebahagiaan mereka di rumah. Seperti dikutip huffpost.com.

1. Memilih Warna Cat Terlebih Dahulu

Menurut Natasha Habermann, desainer interior sekaligus pemilik Natasha Habermann Studio, kesalahan umum yang sering terjadi adalah langsung memilih warna cat di awal. Ia menyarankan agar langkah ini menjadi yang terakhir dalam proses dekorasi.

Dengan ribuan pilihan warna, Habermann menganjurkan untuk terlebih dahulu menentukan dekorasi dan aksesori yang disukai, lalu menyesuaikan warna cat berdasarkan pilihan tersebut. Misalnya, meski sudah yakin ingin nuansa biru muda, akan lebih mudah menyesuaikan tone warna setelah memiliki sprei, karpet, atau aksesori lain yang diinginkan.

Jika memilih warna di awal, "Anda akan selalu merasa berlawanan dengan warna cat, bukan membuat cat tersebut menyatu dengan elemen lainnya," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan fungsi dan suasana ruangan. Warna cerah dan segar cocok untuk area yang digunakan di siang hari, seperti dapur, sementara warna hangat lebih pas untuk ruangan malam hari seperti kamar tidur.

8 Desain Interior Rumah ala Korea yang Estetik dan Nyaman untuk Hunian Impian di 2025
Desain Interior Rumah Sederhana tapi Elegan (created by AI) © 2025 Liputan6.com

2. Mengikuti Terlalu Banyak Tren

Lunn menegaskan bahwa ia selalu mengutamakan furnitur dan dekorasi yang timeless dibanding tren sesaat. Menurutnya, tren memang menyenangkan, tetapi sebaiknya hanya menjadi aksen, bukan fokus utama.

Tren bisa diaplikasikan lewat item kecil seperti bantal sofa, lampu meja, atau aksesori meja kopi. Sementara itu, furnitur besar seperti sofa sebaiknya dipilih yang berdesain klasik dan tahan lama.

Dengan memadukan desain abadi dan sentuhan tren, ruang akan terlihat modis sekaligus bertahan lama.

3. Memenuhi Ruangan dengan Terlalu Banyak Furnitur dan Aksesori

Pendiri dan presiden Certified Interior Decorators International (C.I.D.), Ron Renner, mengingatkan agar tidak memenuhi ruangan secara berlebihan. Terlalu banyak dekorasi, meskipun indah, dapat menimbulkan stres dan kesan berantakan.

Indikasinya jelas: jika sulit bergerak tanpa menabrak furnitur atau ruangan terasa sesak saat dilihat, itu tanda sudah terlalu penuh.

Selain jumlah furnitur, penggunaan warna gelap berlebihan dapat membuat suasana murung, sedangkan terlalu banyak pola yang bercampur bisa menciptakan kesan kacau. Lunn menyarankan membatasi jumlah pola dan menjaga keseimbangan dengan warna polos.

Tampilan Interior Rumah Aghniny Haque, Inspirasi Hunian untuk Anak Muda yang Belum Berkeluarga
Interior Rumah Aghniny Haque © 2025 Liputan6.com

4. Mengabaikan Fungsi Furnitur atau Dekorasi

Desainer Margarita Bravo menekankan pentingnya mempertimbangkan fungsi sebelum membeli barang.

Misalnya, saat memilih sofa ruang tamu, ia memastikan kenyamanan, dukungan punggung, kapasitas untuk seluruh keluarga, serta kemudahan perawatan dan daya tahan. Setelah itu, baru ia memastikan desainnya sesuai gaya pribadi.

5. Mengabaikan Pilihan Pencahayaan

Pencahayaan memainkan peran besar dalam dekorasi, baik di dalam maupun luar ruangan. Raquel Renner dari C.I.D. mengatakan ia menghindari pencahayaan standar di rumahnya.

Menurutnya, lampu gantung, chandelier, atau lampu gantung kecil di samping tempat tidur dapat memberikan estetika dan suasana unik, tidak sekadar penerangan.

6. Terlalu Memikirkan Seharusnya Tampilan Ruang

Holly Hickey Moore mengungkapkan bahwa banyak orang terjebak pada aturan atau meniru desain rumah orang lain, sehingga pilihan yang diambil terasa aman tetapi membosankan.

Ia menyarankan untuk mengikuti intuisi dan menciptakan desain yang benar-benar mencerminkan diri sendiri. "Rumah adalah tempat di mana saya bisa benar-benar menjadi diri sendiri dan merasa nyaman dengan apa yang ada di sekitar saya," ujarnya.

Rekomendasi