Upaya menikmati panorama Puncak Batu Tulis di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, berujung darurat. Sembilan pendaki menerobos jalur yang sedang ditutup pasca-karhutla, dan seorang pendaki Gunung Kawi mengalami hipotermia hingga harus dievakuasi tim gabungan.
Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan menyebut pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima informasi dari Posko Siaga Merkusi mengenai kondisi salah satu pendaki.
"Sebelumnya, kami mendapatkan laporan dari Posko Siaga Merkusi terkait pendakian ilegal yang dilakukan oleh sembilan orang, satu di antaranya mengalami hipotermia," ujar Sigit, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan data kepolisian, sembilan pendaki berinisial P, Y, K, D, A, G, L, H, dan S memulai pendakian pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka menghindari jalur resmi dan masuk melalui akses tidak resmi di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.
"Padahal, jalur tersebut telah ditutup sejak 4 September 2026 demi keamanan pasca-karhutla," tambah Sigit.
Rombongan sempat bermalam di Pos 4 Puncak Batu Tulis. Pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, salah satu pendaki bernama David menunjukkan penurunan kondisi hingga mengalami hipotermia, yakni ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat kehilangan panas tubuh.
"Menyadari situasi berbahaya, tujuh rekan korban langsung turun gunung untuk mencari bala bantuan, sementara David ditemani satu orang rekannya bertahan di Pos 4," tambahnya.
Advertisement
Evakuasi Pendaki Gunung Kawi yang Hipotermia
Usai menerima laporan, Kapolsek Wagir bersama unsur Muspika, tenaga medis Puskesmas Wagir, Perhutani, Polhut, dan relawan bergerak menuju Posko Siaga Merkusi untuk penanganan lebih lanjut.
"Tim SAR dan empat relawan dipimpin Iwan Bodrex langsung diberangkatkan naik ke Pos 4 untuk menjemput korban," paparnya.
Tim gabungan berhasil menangani dan mengevakuasi David dari Pos 4. Seluruh pendaki telah didata oleh kepolisian, sementara pihak keluarga masing-masing sudah dihubungi.
Pihak berwenang menegaskan jalur pendakian Gunung Kawi masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan sebagai langkah keselamatan pasca-karhutla.
Polisi bersama Perhutani juga akan memperketat pengawasan di sejumlah akses menuju jalur pendakian, memasang banner peringatan, serta meningkatkan sosialisasi mengenai larangan pendakian selama penutupan berlangsung.