Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengonfirmasi PBNU bertemu Prabowo Subianto bersama jajaran pengurus baru usai finalisasi struktur masa khidmah 2026–2031. Pernyataan itu ia sampaikan setelah konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat, Jakarta, Rabu malam, 30 September 2026.
"Sudah, tadi sudah, sudah (bertemu Prabowo bersama pengurus baru)," ujar Gus Kikin usai konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat, Jakarta, Rabu, 30 September 2026 malam.
Ia menegaskan tidak ada pesan khusus yang disampaikan Presiden dalam pertemuan yang disebut sebagai silaturahmi setelah penyusunan struktur kepengurusan selesai.
"Enggak ada (pesan khusus), kita bersilaturahim, titik akhir dari pada penyusunan struktur dari Nahdlatul Ulama itu, kemudian kita bersilaturahim saja," kata Gus Kikin.
Menurutnya, pembicaraan juga menyinggung agenda PBNU dan pemerintah serta upaya memperkuat persatuan.
"Kita membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan NU, kegiatan-kegiatan dari pemerintah," sambung Gus Kikin.
"Pesan dari Presiden enggak ada yang khusus. Ya kita memang membangun persatuan dan ya memang itulah yang akan kita lakukan memang," ucap dia.
Advertisement
Setelah PBNU Bertemu Prabowo, Jadwal Pelantikan Pengurus Baru
Gus Kikin menyampaikan pelantikan pengurus PBNU periode 2026–2031 ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat.
"Kita targetkan nanti sekitar Hari Santri besok," ucap dia.
Lokasi pelantikan belum diputuskan. Ia menyebut opsi digelar di Jakarta dengan melibatkan pondok pesantren.
"Tempatnya kita belum putuskan, masih di Jakarta saja. Kira-kira gitu dan kita mungkin lebih kepada bagaimana kita bersama-sama dengan pondok-pondok pesantren yang ada," tutup Gus Kikin.
Advertisement
Struktur PBNU 2026–2031 dan Nama-Nama Kunci
Pada Rabu malam, 30 September 2026, PBNU resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026–2031. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gus Kikin.
"Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan," ujar Gus Kikin dalam konferensi pers, Rabu malam, 30 September 2026.
Ia menjelaskan, pemerataan kepengurusan mencakup lintas generasi, jajaran, serta lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Unsur Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda Ansor turut diperhatikan.
"Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan," papar Gus Kikin.
Susunan kepengurusan tersebut kemudian dibacakan secara lengkap oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.
Sejumlah tokoh masuk dalam struktur baru PBNU. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tercatat sebagai Wakil Ketua PBNU. Sementara itu, mantan Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin masuk dalam jajaran Mustasyar. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga tercatat sebagai Mustasyar PBNU.