Syal 'Save Palestine' Warnai Pengumuman Kepengurusan PBNU, Gus Kikin Jelaskan Maknanya

PBNU mengumumkan kepengurusan 2026-2031. Para pengurus kompak memakai syal Save Palestine. Gus Kikin membeberkan alasan di baliknya.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Syal 'Save Palestine' Warnai Pengumuman Kepengurusan PBNU, Gus Kikin Jelaskan Maknanya
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada Rabu, 30 September 2026 malam. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada Rabu malam, 30 September 2026. Usai pembacaan susunan, tampak momen kompak para pengurus mengenakan syal bertuliskan Save Palestine.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan pemakaian syal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan Palestina dan kesinambungan sikap PBNU atas isu tersebut sejak lama. "Ini sebetulnya ini memang isu yang belakangan, ini kan isu yang sudah sangat lama," ujar Gus Kikin usai konferensi pers, Rabu malam, 30 September 2026.

Ia mengaitkan perhatian itu dengan tradisi organisasi sejak masa KH Hasyim Asy'ari. "Ini sejak dari tahun-tahun 1938, 1939 itu zaman Kiai Hasyim Asy'ari, Hadratussyeikh sebagai muassis NU, dulu sudah menyuarakan untuk memerdekakan Palestina. Nah, kita lanjutkan lagi," jelas Gus Kikin.

Komposisi Pengurus 2026–2031 dan Nama-Nama Kunci

Dalam konferensi pers yang sama, Gus Kikin memaparkan komposisi kepengurusan PBNU periode baru. Jumlah pengurus meningkat dibandingkan hasil Muktamar sebelumnya guna memperluas keterwakilan di struktur organisasi.

"Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan," ujar Gus Kikin.

Menurutnya, pemerataan mencakup representasi antar generasi, jenjang, serta lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Unsur badan otonom seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda Ansor turut menjadi perhatian dalam penyusunan.

"Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan," papar Gus Kikin.

Susunan lengkap kepengurusan kemudian dibacakan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Pada struktur baru tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipercaya sebagai Wakil Ketua PBNU. Selain itu, mantan Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin masuk jajaran Mustasyar, sementara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga tercatat sebagai Mustasyar PBNU.

Rekomendasi