Daging kurban biasanya menjadi salah satu bahan makanan utama yang disimpan di rumah selama perayaan Idul Adha. Namun, sering kali muncul keluhan bahwa daging kurban, baik dari sapi maupun kambing, terasa alot dan sulit untuk dikunyah meskipun telah direbus dalam waktu yang lama
. Hal ini bukan disebabkan oleh kualitas daging yang buruk, melainkan lebih kepada kesalahan dalam teknik penanganan dan pengolahan daging tersebut. Tanpa kita sadari, kebiasaan umum seperti mencuci daging menggunakan air keran dapat membuat tekstur daging menjadi lebih keras.
Supaya tidak mengulang kesalahan yang sama, penting untuk memahami apa saja penyebab daging kurban sulit empuk dan bagaimana cara memperbaikinya. Berikut ulasannya.
Advertisement
1. Daging Dicuci Sebelum Dimasak
Salah satu kebiasaan yang umum dilakukan adalah mencuci daging kurban dengan air keran segera setelah dibawa pulang. Meskipun tampak bersih, tindakan ini justru dapat mengakibatkan tekstur daging menjadi keras dan alot saat dimasak. Air yang meresap ke dalam serat-serat daging dapat menyebabkan permukaannya menggumpal ketika terkena panas.
Hal ini mengakibatkan daging sulit menyerap bumbu dan tidak menjadi empuk meskipun direbus dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, disarankan untuk langsung mengolah daging tanpa mencucinya, atau jika terdapat kotoran yang menempel, cukup lap bagian luar daging menggunakan tisu bersih.
Advertisement
2. Daging Segar Langsung Dimasak Tanpa Diistirahatkan
Daging kurban yang baru saja dipotong biasanya masih berada dalam keadaan tegang, yang dikenal dengan istilah 'rigor mortis'. Apabila daging tersebut langsung dimasak, hasil masakannya cenderung alot dan keras, walaupun direbus dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, sebaiknya daging kurban dibiarkan pada suhu ruang selama beberapa jam atau disimpan di dalam kulkas minimal selama 6 hingga 12 jam agar otot-ototnya dapat relaks.
Proses ini sangat penting karena akan membantu menciptakan tekstur daging yang lebih empuk saat dimasak. Jika waktu tidak memungkinkan, alternatif lain adalah dengan memprestonya sebentar setelah direndam bumbu, sehingga hasil masakan bisa lebih optimal.
Advertisement
3. Rebus Daging dengan Air Sudah Panas
Kesalahan yang umum terjadi adalah langsung memasukkan daging ke dalam air yang sudah mendidih. Perubahan suhu yang tiba-tiba menyebabkan serat daging menyusut dan mengunci kelembapan di dalamnya, sehingga daging menjadi lebih keras.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya daging dimasukkan saat air masih dalam keadaan dingin, kemudian rebus secara perlahan bersama bumbu agar daging matang secara merata dari dalam. Dengan cara ini, daging akan lebih empuk dan lezat. Rebuslah daging dengan api kecil agar kolagen yang terdapat dalam daging dapat berubah menjadi gelatin. Proses ini akan memberikan tekstur yang lembut dan juicy pada daging.
Advertisement
4. Terlalu Lama Merebus dengan Api Besar
Banyak orang beranggapan bahwa memasak daging dalam waktu lama akan menjadikannya lebih empuk. Namun, jika daging direbus dengan api besar secara terus-menerus, air akan cepat menguap dan daging malah akan menjadi keras. Proses merebus yang terlalu lama tanpa pengaturan suhu yang tepat dapat mengakibatkan daging kehilangan sari-sarinya, sehingga bagian luar menjadi keras sementara bagian dalamnya menjadi kering.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan teknik slow-cook atau merebus daging dengan api kecil hingga sedang. Pastikan untuk menutup panci agar suhu tetap stabil dan uap tidak cepat hilang.
Advertisement
5. Tidak Menggunakan Bahan Pelunak Alami
Untuk daging kambing atau sapi yang memiliki tekstur keras, seperti bagian sengkel atau gandik, sebaiknya menambahkan bahan pelunak alami. Contohnya adalah daun pepaya, nanas, atau parutan jahe. Bahan-bahan ini berfungsi untuk memecah protein dalam daging secara alami tanpa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rasa. Namun, penting untuk diperhatikan agar tidak menggunakan bahan-bahan tersebut terlalu lama, karena hal ini dapat membuat daging menjadi hancur dan kehilangan teksturnya yang diinginkan.
Advertisement
6. Salah Memilih Bagian Daging
Tidak semua jenis daging cocok untuk direbus secara umum. Beberapa bagian seperti sandung lamur, has luar, dan iga akan lebih cepat empuk, sedangkan bagian paha belakang (gandik) biasanya lebih alot jika tidak dimasak dengan cara presto. Oleh karena itu, memilih potongan daging yang sesuai dengan metode memasak sangatlah penting.
Untuk hidangan seperti resep tongseng atau gulai, sebaiknya gunakan bagian daging yang mengandung sedikit lemak. Sementara itu, untuk sate, potongan has dalam adalah pilihan yang tepat agar daging cepat matang. Memahami karakteristik setiap potongan daging akan sangat membantu dalam menentukan cara memasak yang paling sesuai.