Stasiun Yogyakarta menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta sepanjang Januari–September 2026. Dalam periode tersebut, total penumpang WNA yang dilayani Daop 6 mencapai 264.335 orang, naik 7,8% dibandingkan Januari–September 2025 yang tercatat 245.229 penumpang.
Peningkatan ini sejalan dengan tingginya mobilitas turis asing yang menjelajahi destinasi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah menggunakan kereta api. "Pertumbuhan jumlah penumpang WNA menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api. Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting untuk menjangkau berbagai destinasi wisata," kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, dikutip Antara, Rabu (7/10/2026).
Menurut KAI Daop 6, ada enam stasiun yang paling banyak menjadi titik keberangkatan dan kedatangan turis asing sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Advertisement
Stasiun Yogyakarta Paling Ramai: 6 Titik Keberangkatan dan Kedatangan
Stasiun Yogyakarta menempati posisi teratas sebagai stasiun tersibuk melayani penumpang mancanegara, disusul stasiun-stasiun di Solo, Kulon Progo, dan Klaten.
Berikut daftar 6 stasiun dengan jumlah keberangkatan WNA terbanyak (Januari–September 2026):
- Stasiun Yogyakarta: 108.210 penumpang
- Stasiun Solo Balapan: 11.548 penumpang
- Stasiun Lempuyangan: 11.002 penumpang
- Stasiun Wates: 1.368 penumpang
- Stasiun Purwosari: 1.064 penumpang
- Stasiun Klaten: 1.017 penumpang
Sementara itu, daftar 6 stasiun dengan jumlah kedatangan WNA terbanyak adalah:
- Stasiun Yogyakarta: 101.476 penumpang
- Stasiun Solo Balapan: 10.938 penumpang
- Stasiun Lempuyangan: 10.834 penumpang
- Stasiun Wates: 1.526 penumpang
- Stasiun Klaten: 967 penumpang
- Stasiun Purwosari: 966 penumpang
Advertisement
Tren 9 Bulan: Keberangkatan 135.897, Kedatangan 128.438
Total keberangkatan WNA dari wilayah Daop 6 mencapai 135.897 orang, meningkat 6,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 127.561 orang. Di sisi lain, jumlah kedatangan WNA tercatat 128.438 penumpang, naik 9,1% dari 117.668 orang pada periode Januari–September 2025.
Feni menjelaskan, tren positif tersebut didorong modernisasi sarana, peningkatan fasilitas layanan berbahasa Inggris, penyediaan papan informasi digital, hingga kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
"Kami optimistis konektivitas moda transportasi kereta api memberikan 'multiplier effect' bagi ekosistem pariwisata daerah, meliputi sektor akomodasi, kuliner, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan stasiun wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah," katanya.