Butterfly in the Stomach, Sensasi Perut Tergelitik Saat Sedang Jatuh Cinta
Sering merasa mulas saat sedang jatuh cinta? Ternyata ada penjelasannya!
Jatuh cinta berjuta rasanya memang bukan cuma isapan jempol belaka. Waktu lagi kasmaran, kamu bisa merasakan perasaan senang, deg-degan, gugup dan cemas sekaligus. Saking campur aduknya, ada juga sensasi menggelitik pada perut yang dikenal dengan istilah butterfly in the stomach. Sebenarnya fenomena apa sih itu?
Butterfly in the stomach sudah jadi istilah yang banyak dibahas ketika sedang jatuh cinta. Dalam kamus Urban Dictionary, diartikan sebagai perasaan luar biasa saat orang yang dicintai melihat, menatap, atau memuji yang membuat kamu merasa bahagia. Sementara itu, dalam kamus Cambridge, butterfly in the stomach bermakna merasa sangat gugup, biasanya menyangkut sesuatu yang akan dilakukan.
Gambaran Perasaan Indah Saat Jatuh Cinta
Survey Membuktikan...
Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Ashley Madison yang dilakukan terhadap 1.300 responden, sekitar 62% orang pernah merasakan butterfly in the stomach. Perasaan ini setidaknya dirasakan sekali setiap tahun. Ada juga 19% responden lainnya yang merasakan butterfly in the stomach setiap minggunya.
Bisa Dijelaskan secara Ilmiah
Butterfly in the stomach bukan hal yang aneh kok. Pada dasarnya, pikiran dan tubuh memang saling bersinergi hingga bisa saling berhubungan. Fenomena ini menjadi bukti bahwa ada ikatan mendalam antara tubuh dan pikiran. Misalnya yang terjadi ketika jatuh cinta, ternyata bukan cuma otak saja yang merasakan. Bagian tubuh lain seperti perut juga ikut merasakan dampaknya.
Perut Ibarat Otak Kedua
Pernah mendengar ungkapan yang menyebutkan bahwa perut sering dianggap sebagai otak kedua? Ya, sebagai salah satu bagian tubuh yang memiliki banyak saraf dan otot, area perut bisa jadi lebih sensitif. Akibatnya, sebagian dari kamu mungkin sering merasakan kejang kecil di area perut saat menghadapi momen tertentu, misalnya yang bikin cemas atau gugup.
Hubungan Otak dan Perut
Profesor Anatomi dan Sel dari Columbia Presbyterian Medical Center New York, Michael Gherson, mengungkapkan bahwa ada sejumlah hormon yang diproduksi di dalam perut. Misalnya saja norepinefrin, serotonin, dopamin, dan glutamat. Kondisi ini yang membuat otak dan perut saling terhubung. Otak juga memproduksi hormon yang mempengaruhi sirkulasi darah ke area perut yang menyebabkan rasa nggak nyaman.
Sinkronisasi Otak dan Usus
Jika dijelaskan lebih dalam lagi, butterfly in the stomach merupakan momen ketika otak dan usus melakukan sinkronisasi. Reaksi kimiawi tersebut mempengaruhi suasana hati, kewaspadaan, hingga bisa membuat kamu lebih mudah menjalin kedekatan dengan orang lain. Selain rasa menggelitik di perut, ternyata kupu-kupu ini juga bisa membuat kamu mulas yang bikin langsung ingin ke kamar mandi, lho!
Jatuh cinta kok gini banget sih? Meskipun ada sensasi aneh yang terasa, tapi ternyata jika hubungan ini tetap berlanjut, perasaan tersebut bisa berubah menjadi ikatan yang dalam dan menyenangkan lho. Dua orang yang saling jatuh cinta pun akan merasa nyaman.
Bisa Memberikan Rasa Nyaman
Selain Sensasi Kupu-Kupu, Ini yang Dirasakan Tubuh Saat Jatuh Cinta