Dari sekian banyak jenis pakaian, kaus bersablon adalah salah satu yang memiliki perawatan rumit. Bukan tanpa alasan, salah sedikit saja saat mencuci atau menyetrika, kaus ini akan cepat rusak dan sablon yang tercetak juga memudar.
Pada saat mencuci, kebiasaan sederhana pun bisa berakibat pada rusaknya sablon pada kaus kesayangan. Apa saja?
Menggunakan Mesin Cuci saat Proses Pencucian
Mencuci kaus bersablon dengan mesin cuci adalah salah satu kesalahan. Mesin cuci yang berputar secara konstan dalam waktu tertentu akan membuat kaus menjadi berputar-putar dan bercampur secara kasar dengan pakaian lainnya.
Hal ini bisa memunculkan cracking pada sablon yang berujung pada kerusakan. Bahkan jika terlalu lama dibiarkan akan memicu bagian kaus yang melar di area leher serta lengan.
Mencampur dengan Cucian dengan Warna yang Lain
Memilih dan memilah pakaian setiap kali masa pencucian penting dilakukan untuk mencegah berbagai hal. Salah satunya adalah mencegah kelunturan.
Terlebih ketika mencuci baju yang baru saja dibeli. Pastikan untuk memastikan warna pakain yang sama pada satu air rendaman yang sama agar meminimalisir efek dari pakaian yang luntur.
Mengucek dengan Sekuat Tenaga saat Mencuci
Mengucek baju sejatinya adalah cara untuk menghilangkan sisa kotoran yang masih menempel. Namun, hal ini tak perlu dilakukan sekuat tenaga karena berpotensi merusak sablon pada kaus. Pastikan untuk mengucek dengan lembut karena deterjen yang digunakan juga sudah melaksanakan tugasnya untuk menghilangkan kotoran membandel pada kaus favoritmu.
Tidak Membalik Kaus saat Menjemur
Baik terkena sinar matahari langsung ataupun tidak, pakaian yang dijemur secara tidak langsung bisa merusak serat pakaian secara perlahan. Oleh sebab itu, jemur bagian dalam pakaian saja dengan membalik kaus sablon favoritmu agar terhindar dari risiko kerusakan.
Kabar baiknya, kini kamu sudah bisa mencuci secara efektif, bersih, dan tanpa merusak pakaian dengan mesin cuci berteknologi terbaru. Dengan motor yang lebih efisien, proses pencucian menjadi lebih mudah dan minim gesekan yang membuat serat kain menjadi rusak.