Kebanyakan atlet menghabiskan waktu berbulan-bulan berlatih untuk menghadapi sebuah kompetisi. Namun tidak dengan Candelaria Rivas Ramos. Ia hanya mengandalkan tekad dan kebetulan takdir baik berada di pihaknya.
Pelari berusia 30 tahun dari komunitas suku Rarámuri di Chihuahua, Meksiko, ini mengejutkan semua orang. Ia mampu menjadi juara pertama di divisi putri Canyon Ultra Marathon 2025 sejauh 63 kilometer di Guachochi. Yang menjadi spesial adalah waktu tempuh yang berhasil diraihnya yakni 7 jam 34 menit.
Mengutip media lokal Toronto Latinos & El Universal, Selasa (12/8), suku Rarámuri memang dikenal dengan kemampuan lari jarak jauhnya. Mereka sering menempuh perjalanan berjam-jam melintasi pegunungan Sierra Madre hanya dengan sandal sederhana.
Advertisement
Pertama kali ikut lomba lari
Bagi Rivas, lomba ultra marathon ini adalah yang pertama. Ia belum pernah mengikuti lomba seperti ini sebelumnya.
Latihan yang ia lakukan pun adalah dengan aktivitas sehari-harinya berjalan di medan terjal di tempat tinggalnya. Dia bahkan harus berjalan selama 14 jam dari rumahnya ke lokasi acara.
“Saya pernah melihat para pelari pulang membawa medali, dan saya ingin mencoba,” katanya kepada TVC Deportes.
Advertisement
Dapat uang 7.000 peso
Terinspirasi oleh komunitasnya, ia mendaftar dan berlari sekuat tenaga. Mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarganya dan membawa pulang hadiah sebesar 7.000 peso (sekitar Rp6 juta).
“Saya benar-benar sangat senang. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk keluarga saya,” ungkapnya.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa petinju Canelo Álvarez menyumbangkan USD2 juta kepada Rivas.
Candelaria Rivas Ramos, de la localidad de Guadalupe y Calvo, Chihuahua, fue la ganadora de los 63 km del Ultramaratón de los Cañones 🏃♀️🗻 pic.twitter.com/YjRX8DRjTL
— Universal Deportes (@UnivDeportes) July 5, 2025