Untuk pertama kalinya pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengadakan pembicaraan langsung dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas di Doha, Qatar, tanpa sepengetahuan Israel. Pertemuan ini fokus membahas tentang pengamanan pembebasan warga Amerika yang ditahan di Gaza, serta mencari cara bagaimana mengakhiri perang dan mencapai gencatan senjata jangka panjang, demikian menurut laporan Axios.
Adam Boehler, Utusan presiden AS untuk urusan penyanderaan memimpin pertemuan ini. Diskusi ini berlangsung di Doha belum lama ini. Ini menandai pertama kalinya Amerika bernegosiasi langsung dengan Hamas, yang mereka tetapkan sebagai kelompok teroris pada 1997.
Pejabat Israel mengetahui beberapa bagian dari pembicaraan ini melalui “saluran lain,” ungkap seorang sumber kepada Axios, dikutip dari Quds News Network, Kamis (6/3).
Pembahasan difokuskan pada pembebasan tawanan AS di Gaza. Mereka juga sempat membahas kesepakatan yang lebih jauh untuk membebaskan semua tahanan yang tersisa dan membangun gencatan senjata jangka panjang, namun belum ada kesepakatan yang dicapai.
Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih mengonfirmasi perundingan AS dan Hamas. Ia menyatakan Presiden Trump yakin “itu adalah hal yang benar bagi rakyat Amerika” dan menekankan bahwa “nyawa orang Amerika dipertaruhkan.”
Advertisement
Pengamat politik, Saeed Ziad, menyebut pertemuan itu merupakan hal bersejarah. Dia mengatakan ini merupakan bukti bahwa Hamas adalah kekuatan utama Palestina.
Menurut Ziad, pertemuan ini sebagai tanda perubahan dalam strategi AS dari sebelumnya bertujuan melenyapkan Hamas menjadi bernegosiasi dengan kelompok tersebut. Ia menyebutkan pertemuan ini juga dapat mengoreksi narasi palsu tentang Hamas dan memaksa AS mengakui legitimasi politik kelompok perlawanan Palestina ini.
Ziad juga menyebut pertemuan itu sebagai pukulan bagi Israel, khususnya bagi Netanyahu. Ia memperkirakan pertemuan itu akan mendorong Israel kembali ke meja perundingan dan mempercepat kemajuan dalam pembahasan mengenai gencatan senjata.
Ziad menegaskan kini AS mendobrak tabu diplomatik yang telah lama ada dengan melibatkan Hamas secara langsung. Jika perundingan tidak langsung terus berhenti, ia yakin negosiasi secara langsung akan menjadi realitas baru.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey