Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebar toleransi di Mesir, guru SD ajarkan Islam-Kristen ke murid

Sebar toleransi di Mesir, guru SD ajarkan Islam-Kristen ke murid Ayaad (kiri) guru di Mesir ajarkan toleransi. ©2016 Merdeka.com/BBC

Merdeka.com - Namanya Ayaad. Dia seorang penganut kristen koptik dari sebuah desa dekat Kota Minya, kawasan utara Mesir. Ayaad yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar menjadikan Al Quran dan Al-Kitab sebagai pedoman dalam menyebarkan kebersamaan bagi umat Muslim dan Nasrani.

Sejak provinsi di Mesir itu dilanda aksi kekerasan oleh kelompok sektarian, Ayaad bertekad menyatukan kedua umat berbeda agama ini kembali. Caranya adalah mengajar anak-anak didiknya hal-hal baik dari dua kitab suci tersebut. Metode pendidikan ini dia lakoni selama 50 tahun terakhir, jauh sebelum revolusi mengubah Mesir lima tahun terakhir. Dia percaya bahwa umat muslim-kristen "adalah satu."

"Saya memiliki 120 murid di kelas, 70-80 anak adalah Muslim, dan 30-40 Kristen. Kita telah lama tinggal di sini dengan penuh cinta," Kata Ayaad seperti dikutip dari The Independent, Rabu (12/10).

Berbekal dukungan dari sekolah dan orang tua peserta didik, Ayaad mengajak warga untuk bersama-sama memerangi ideologi kekerasan kelompok sektarian Muslim dan Kristen yang berkembang semakin pesat belakangan.

Selama tujuh bulan terakhir, tercatat ada 10 insiden yang diakibatkan oleh ketegangan dan kekerasan kelompok sektarian di Minya, seperti dilaporkan Inisiatif Mesir untuk Hak Pribadi (EIPR). Dilaporkan terjadi 77 insiden kekerasan sejak Januari 2011 dipicu sentimen agama.

"Kelompok sektarian adalah yang paling jahat dari yang pernah ada. Kami tidak pernah mengecap diri masing-masing dengan Muslim atau Kristen. Kami semua sama dan tidak ada perbedaan," kata Ayaad.

ayaad guru di mesir ajarkan toleransi

Ayaad mengajarkan nilai-nilai positif dari dua kitab suci ini pada murid SD (c) 2016 BBC Arabic

EIPR juga melaporkan, seorang ulama Kristen tewas setelah diserang dengan tongkat dan senjata berbilah di desa Tahna al-Gabal, Provinsi Minya, bulan Juli lalu.

Beberapa hari sebelumnya, beberapa ratus Muslim berlari melalui jalan-jalan kota untuk menyerang rumah-rumah Kristen Koptik, menjarah dan membakar beberapa bangunan.

Dalam pertemuan selama musim panas dengan Koptik Paus Tawadros II, Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menyatakan semua orang Mesir punya hak dan kewajiban sama di bawah konstitusi nasional. Sisi juga mengatakan "insiden individu" seharusnya tidak mengganggu hubungan antara umat Muslim dan Kristen.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP