Pakuwon Mall Solo Baru di Jalan Ir Soekarno, Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, memasang pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah sisi area mal. Kebijakan tersebut sempat menjadi sorotan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi.
Manajemen Pakuwon Mall membantah pemasangan pagar berkaitan dengan isu antisipasi kerusuhan. Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi, menegaskan langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.
"Yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita enggak tahu mau terjadi apa," kata Sutandi kepada wartawan, Minggu (2/8).
Menurut dia, konsep mal yang terbuka membuat banyak pengunjung menyeberang dari berbagai arah untuk masuk ke area pusat perbelanjaan. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena berhadapan langsung dengan arus kendaraan.
"Awalnya kita berpikir Pakuwon Mall itu kan areanya terbukanya lebar sekali. Kalau semua orang nyebrang masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri nyebrang," ujarnya.
Pantauan di lokasi, pagar dipasang di beberapa titik, di antaranya sisi utara, depan, selatan pintu masuk utama, sisi timur, hingga jalur pejalan kaki. Bagian atas pagar dibuat runcing dan melengkung ke arah luar agar tidak mudah dipanjat.
Sutandi mengatakan, penggunaan pagar bukan hal baru di lingkungan Pakuwon Group. Ia mencontohkan Royal Plaza Surabaya yang telah menerapkan konsep serupa sejak 2006. Desain pagar tersebut juga mengacu pada Blok M Plaza, Jakarta.
"Pakuwon City sendiri sudah semakin maju, kita harus perbaiki, kita harus upgrade. Itu saja, simple as that," katanya.
Menanggapi isu yang mengaitkan pemasangan pagar dengan potensi kerusuhan, Sutandi berharap situasi tetap kondusif.
"Kita berharap semua baik-baik saja. Memang ekonomi kenapa? Ekonomi baik-baik saja," pungkasnya.