Pendaki Nirmal Purja Wafat Akibat Longsoran Salju di Broad Peak Pakistan

Elite Expeditions mengonfirmasi Nirmal Purja tewas akibat longsor di Broad Peak, Pakistan. PM Nepal dan keluarga menyampaikan duka.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Pendaki Nirmal Purja Wafat Akibat Longsoran Salju di Broad Peak Pakistan
Nirmal Purja jadi pendaki gunung tertinggi di dunia tercepat (Dok.Instagram/@nimsdai/https://www.instagram.com/p/B4L9J2vDofM/Komarudin)

Elite Expeditions mengumumkan pendaki Nepal-Inggris Nirmal "Nims" Purja, 43 tahun, meninggal dunia akibat longsor salju di Broad Peak, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Kabar duka ini menimpa rombongan pendaki internasional yang sedang melakukan pendakian.

Keluarga turut menyampaikan pesan perpisahan. "Kami akan merindukanmu setiap hari," tulis Kamal Purja, kakak mendiang.

Pemerintah Nepal menyatakan enam pendaki Nepal dan empat pendaki asing turut menjadi korban dalam peristiwa ini. Ucapan belasungkawa disampaikan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, seperti dikutip dari BBC.

Elite Expeditions Konfirmasi, 10 Korban di Broad Peak

Dalam pernyataan resminya, Elite Expeditions menyebut menerima kabar tersebut dengan "kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur" setelah memastikan Purja menjadi salah satu dari 10 korban longsor salju di Broad Peak.

Sebelumnya, otoritas Pakistan mengonfirmasi penemuan jenazah tiga anggota ekspedisi Purja: Mallory Geis dari Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, dan Pur Bahadur Gurung dari Nepal.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para pendaki, termasuk Purja.

"Kematian tragis enam warga Nepal dan empat pendaki asing, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, mengejutkan kami. Keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan selalu menjadi inspirasi," ujar Shah, seperti dikutip dari BBC, Minggu (2/8/2026).

Dari Inggris, Menteri Pertahanan Wes Streeting mengenang Purja sebagai sosok inspiratif yang mengabdi bertahun-tahun di Angkatan Bersenjata Inggris dan dikenal luas berkat capaian besarnya di dunia pendakian.

Kakak mendiang kembali menegaskan kebanggaan keluarga.

"Meskipun hati kami hancur, kami sangat bangga kepadamu. Warisanmu akan hidup selamanya," tulisnya.

Rekam Jejak Nirmal Purja dan Misi Terakhir di Karakoram

Purja dikenal sebagai salah satu pendaki terbaik dunia. Pada 2019, ia menorehkan rekor dunia dengan menuntaskan pendakian seluruh 14 gunung berketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam 189 hari (enam bulan enam hari), mematahkan rekor sebelumnya dengan selisih lebih dari tujuh tahun. Kisahnya diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible.

Sebelum itu, pria kelahiran Nepal ini bertugas selama 16 tahun di militer Inggris, termasuk 10 tahun di Pasukan Khusus (Special Forces), sebelum fokus pada dunia pendakian gunung.

Dalam unggahan terakhir di platform X pada Senin lalu, Purja mengungkapkan semula hanya berencana mendaki Gasherbrum II (G2), namun kemudian menambahkan Broad Peak ke dalam misinya.

"Ini bukan rencana awal. Namun kesempatan tidak berteriak, melainkan berbisik kepada mereka yang terus bekerja dalam diam," tulis Purja.

Apabila berhasil mencapai puncak Broad Peak, Purja hanya tinggal menaklukkan satu gunung lagi untuk menjadi orang pertama yang berhasil mendaki seluruh 14 puncak 8.000 meter sebanyak dua kali tanpa bantuan oksigen tambahan.

Menjelang pendakian, ia juga menuliskan doa singkat.

"Broad Peak, aku tidak meminta apa pun selain perjalanan yang aman saat naik dan turun. Aku tidak pernah menganggap remeh satu pun gunung."

Operasi Pencarian dan Tantangan di Broad Peak

Longsor salju menerjang rombongan pendaki internasional yang dipimpin Purja saat mereka melakukan pendakian. Operasi pencarian dan penyelamatan pun digelar di ketinggian.

Juru bicara Alpine Club of Pakistan, Naila Kiani, yang ikut dalam operasi, menyebut Purja sebagai pemimpin ekspedisi yang berpengalaman dan pemberani. Ia menuturkan tim penyelamat telah melihat sejumlah jenazah dari udara, namun belum dapat menjangkaunya karena medan yang sangat sulit.

Pencarian berlangsung di Broad Peak, gunung setinggi 8.047 meter yang berada di Pegunungan Karakoram, Pakistan. Puncak ini merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia.

Broad Peak dikenal sebagai salah satu gunung yang menantang. Pendakian pertama yang berhasil mencapai puncak dilakukan tim Austria pada 1957. Sejak itu, banyak pendaki berhasil menaklukkannya, namun puluhan lainnya kehilangan nyawa. Salah satu tahun paling mematikan terjadi pada 2013, ketika sedikitnya enam pendaki tewas.

Rekomendasi