Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Keterlibatan ini mencakup penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta perlindungan generasi muda di seluruh wilayah Papua Tengah. Langkah ini diambil mengingat pentingnya peran MUI dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman.
Staf Ahli II Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus, Ukkas, menyatakan bahwa peran MUI sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan masyarakat. Papua Tengah memiliki karakteristik unik dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang sangat kaya, sehingga membutuhkan upaya kolaboratif untuk menjaga harmoni.
"Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Karena itu toleransi kehidupan beragama harus betul-betul kita pelihara dan tingkatkan. MUI memiliki peran besar mengoordinasikan organisasi kemasyarakatan Islam agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat," kata Ukkas saat menghadiri Milad ke-51 MUI Papua Tengah di Nabire pada Minggu (2/8).
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis MUI dalam Moderasi Beragama dan Kerukunan
Ukkas menekankan bahwa tema Milad MUI ke-51, "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat", sangat relevan dengan kondisi Papua Tengah saat ini. Persatuan menjadi modal utama untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada.
Pemerintah daerah berharap MUI terus menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyejukkan dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. Selain itu, MUI diharapkan dapat menjaga masyarakat dari penyebaran paham kekerasan dan informasi yang menyesatkan. Peran ini krusial untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi dan kerukunan tetap terjaga.
Koordinasi yang baik antarorganisasi kemasyarakatan Islam di bawah naungan MUI juga menjadi fokus utama dalam upaya menjaga harmoni sosial. Hal ini sejalan dengan karakteristik Papua Tengah yang beragam, sehingga membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
Advertisement
Advertisement
Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Perlindungan Generasi Muda
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengharapkan dukungan penuh dari ulama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini dapat dicapai melalui penguatan peran keluarga, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
Kepedulian terhadap masyarakat miskin dan kelompok rentan juga menjadi prioritas dalam kemitraan ini. Pemprov Papua Tengah mendorong MUI untuk memperluas perannya dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Ini termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), produk halal, kewirausahaan pemuda, serta pengelolaan potensi lokal secara produktif. "Kemandirian ekonomi akan memperkuat martabat umat dan daya tahan keluarga," ujar Ukkas, menyoroti pentingnya aspek ekonomi dalam ketahanan sosial.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Bersama untuk Papua Tengah yang Maju
Ukkas menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kemitraan dengan MUI dan seluruh lembaga keagamaan lainnya. Tujuannya adalah untuk mewujudkan Papua Tengah yang maju, sejahtera, berkeadilan, damai, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif antara pemerintah dan tokoh agama dalam membangun daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Papua Tengah, KH Muhammad Rofiq, menyatakan kesiapan organisasinya. MUI siap menjalankan peran ganda sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga persaudaraan, merawat keberagaman, dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menekankan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang di Papua Tengah adalah kekuatan yang harus dijaga bersama untuk mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. "Kita jaga kerukunan. Dengan kerukunan kita bangun Papua Tengah dan mewariskan masa depan yang damai bagi generasi mendatang," kata KH Muhammad Rofiq, menegaskan pentingnya persatuan untuk pembangunan di Papua Tengah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews