7 Celah Rumah yang Sering Menjadi Jalur Masuk Tikus, Sering Tidak Disadari Pemilik Rumah

Tikus masih sering masuk rumah? Kenali 7 celah rumah yang sering menjadi jalur masuk tikus, mulai dari bawah pintu hingga area atap.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Celah Rumah yang Sering Menjadi Jalur Masuk Tikus, Sering Tidak Disadari Pemilik Rumah
Ilustrasi tikus masuk rumah (Foto: freepik)

Tikus bisa masuk ke dalam rumah meskipun pintu dan jendela selalu ditutup. Hewan pengerat ini dapat memanfaatkan celah yang sangat kecil untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Karena itu, ketika tikus tiba-tiba muncul di dapur, gudang, plafon, atau area lainnya, sumber masalahnya belum tentu berasal dari pintu yang terbuka.

Celah rumah yang sering menjadi jalur masuk tikus justru terkadang berada di tempat yang tidak terlalu diperhatikan. Area di sekitar pipa, saluran air, ventilasi, bawah pintu, hingga bagian atap dapat menjadi akses dari luar menuju bagian dalam rumah.

Memeriksa titik-titik tersebut secara berkala dapat membantu menemukan akses tikus lebih cepat. Setelah jalurnya diketahui, celah bisa ditutup menggunakan material yang sesuai agar tikus tidak kembali masuk melalui tempat yang sama. Lantas apa saja celah rumah yang sering menjadi jalur masuk tikus? Melansir dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Celah di Bawah Pintu

Cara membasmi tikus di rumah
Cara membasmi tikus di rumah (AI Generated)

Bagian bawah pintu menjadi salah satu akses yang perlu diperhatikan, terutama jika terdapat jarak cukup lebar antara daun pintu dan lantai. Celah ini dapat terlihat kecil bagi manusia, tetapi bisa menjadi akses bagi hewan pengerat berukuran kecil.

Periksa terutama pintu yang langsung mengarah ke halaman, garasi, gudang, dapur belakang, atau area terbuka. Jika terdapat tanda seperti kotoran tikus, bekas gigitan, atau kotoran yang sering muncul di dekat pintu, area tersebut layak diperiksa lebih teliti.

Celah bawah pintu dapat dikurangi menggunakan door sweep atau karet penutup bagian bawah pintu yang sesuai. Selain membantu mengurangi peluang tikus masuk, penutup tersebut juga dapat membantu mengurangi masuknya debu dan serangga dari luar.

2. Lubang di Sekitar Pipa Air dan Kabel

Ilustrasi Tikus
Ilustrasi Tikus (AI Generated)

Pipa air, kabel, dan berbagai instalasi utilitas biasanya melewati dinding. Saat pemasangan, terkadang terdapat ruang kosong di antara pipa dan lubang dinding. Celah kecil tersebut dapat menjadi jalur masuk yang tidak disadari.

Periksa bagian belakang kabinet dapur, bawah wastafel, kamar mandi, area mesin cuci, hingga dinding yang menjadi jalur kabel. Jangan hanya melihat bagian yang mudah terlihat karena celah di belakang perabot sering luput dari pemeriksaan.

Jika menemukan ruang kosong di sekitar instalasi, celah tersebut dapat ditutup menggunakan material yang sesuai dengan ukuran dan kondisi permukaan. Pastikan penutupan tidak mengganggu fungsi pipa, kabel, maupun akses untuk perawatan apabila suatu saat diperlukan.

3. Lubang Ventilasi yang Terlalu Terbuka

Cara Menghilangkan Bau Kotoran Tikus
Cara Menghilangkan Bau Kotoran Tikus (AI Generated)

Ventilasi memang penting untuk membantu sirkulasi udara di rumah. Namun, lubang ventilasi yang terlalu terbuka atau tidak memiliki pelindung dapat menjadi salah satu akses hewan dari luar.

Perhatikan ventilasi yang terhubung langsung dengan halaman, dapur, kamar mandi, atau area servis. Selain tikus, lubang yang tidak terlindungi juga dapat menjadi jalan masuk berbagai serangga dan hewan kecil lainnya.

Solusinya bukan menutup ventilasi sepenuhnya karena hal tersebut dapat mengurangi sirkulasi udara. Gunakan kawat kasa atau pelindung ventilasi dengan ukuran lubang yang sesuai sehingga udara tetap dapat bergerak tetapi akses hewan pengerat menjadi lebih sulit.

4. Celah di Sekitar Saluran Air

Ilustrasi Tikus.
Ilustrasi Tikus (AI Generated)

Saluran air dan lubang drainase perlu diperiksa karena beberapa bagian rumah memiliki hubungan langsung dengan area luar. Jika terdapat lubang atau sambungan yang terbuka, area tersebut berpotensi menjadi akses bagi tikus.

Periksa saluran di dapur, kamar mandi, area cuci, halaman belakang, hingga drainase dekat garasi. Perhatikan pula apakah terdapat celah di sekitar penutup saluran atau sambungan yang sudah rusak.

Gunakan penutup saluran yang sesuai dan pastikan sistem drainase tetap dapat mengalirkan air dengan baik. Jangan menutup saluran secara sembarangan menggunakan material yang dapat menghambat aliran air karena justru dapat menyebabkan masalah baru seperti genangan dan penyumbatan.

5. Celah pada Plafon dan Pertemuan Atap

Cara Ampuh Mencegah Tikus Naik ke Atap Rumah
Gunakan Alat Pengusir Ultrasonik untuk Efek Jangka Pendek (AI Generated)

Tikus tidak selalu masuk dari bagian bawah rumah. Area plafon dan atap juga perlu diperiksa, terutama jika rumah memiliki ruang kosong di antara plafon dan struktur atap.

Celah di sekitar genteng, lisplang, ventilasi atap, atau pertemuan material atap dapat menjadi akses dari luar. Tanda keberadaan tikus di area ini antara lain suara aktivitas pada malam hari, kotoran, bau tidak sedap, atau material plafon yang mengalami kerusakan.

Lakukan pemeriksaan dari tempat yang aman dan jangan memaksakan diri naik ke atap tanpa perlengkapan yang memadai. Jika ditemukan celah, perbaiki bagian yang rusak menggunakan material bangunan yang sesuai. Pastikan perbaikan tidak mengganggu sirkulasi udara yang memang diperlukan pada struktur atap.

6. Retakan atau Lubang pada Dinding

Retakan atau Lubang pada Dinding
Retakan atau Lubang pada Dinding (AI Generated)

Dinding yang retak atau memiliki lubang di beberapa bagian juga dapat menjadi titik yang perlu diperiksa. Tidak semua retakan cukup besar untuk dilewati tikus, tetapi lubang yang lebih lebar dapat menjadi akses jika terhubung dengan ruang kosong di balik dinding atau area luar rumah.

Periksa terutama bagian dinding yang berbatasan langsung dengan halaman, taman, gudang, atau area yang banyak terdapat barang. Celah di balik rak dan perabot juga sebaiknya diperiksa karena sering tersembunyi dari pandangan.

Untuk lubang kecil yang tidak berkaitan dengan masalah struktur, penutupan dapat dilakukan menggunakan bahan perbaikan yang sesuai. Namun, jika retakan terlihat besar, terus melebar, atau disertai masalah konstruksi lain, sebaiknya minta pemeriksaan dari tenaga profesional agar penyebab kerusakan dapat diketahui.

7. Celah di Sekitar Pintu Garasi atau Gudang

Tikus - Vania
Ilustrasi Tikus/https://Unsplash/Joshua J. Cotten

Garasi dan gudang sering menjadi area yang lebih dekat dengan lingkungan luar sehingga peluang masuknya tikus juga perlu diperhatikan. Pintu yang memiliki celah di bagian bawah atau samping dapat menjadi akses yang mudah, terlebih jika area tersebut juga menyimpan makanan, pakan hewan, kardus, atau barang yang jarang dipindahkan.

Periksa karet atau seal pada pintu garasi dan gudang. Jika sudah aus, robek, atau tidak lagi menutup celah dengan baik, pertimbangkan untuk menggantinya.

Selain menutup celah, area gudang dan garasi sebaiknya tidak menjadi tempat menumpuk barang tanpa penataan. Kardus, kain, dan barang yang menumpuk dapat menyediakan tempat persembunyian bagi tikus sehingga keberadaannya menjadi lebih sulit diketahui.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Celah Rumah yang Sering Menjadi Jalur Masuk Tikus

1. Celah sekecil apa yang bisa menjadi jalur masuk tikus?

Tikus dapat memanfaatkan celah yang relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya, terutama karena bentuk tubuhnya dapat melewati ruang yang sempit. Karena itu, celah di sekitar pintu, pipa, ventilasi, dan bagian bangunan lainnya sebaiknya tidak diabaikan.

2. Mengapa tikus tetap masuk padahal pintu rumah selalu tertutup?

Karena pintu bukan satu-satunya akses. Tikus dapat masuk melalui celah bawah pintu, lubang ventilasi, sekitar pipa dan kabel, saluran air, celah atap, maupun lubang pada dinding.

3. Bagaimana cara menutup celah rumah agar tikus tidak masuk?

Material penutup perlu disesuaikan dengan lokasi dan ukurannya. Celah bawah pintu dapat menggunakan door sweep, sedangkan lubang pada bagian bangunan dapat diperbaiki menggunakan material yang sesuai. Untuk ventilasi, gunakan kasa atau pelindung yang tetap memungkinkan udara mengalir.

4. Apakah ventilasi rumah harus ditutup agar tikus tidak masuk?

Tidak. Ventilasi tetap diperlukan untuk menjaga sirkulasi udara. Daripada menutupnya sepenuhnya, gunakan kawat kasa atau penutup ventilasi yang memungkinkan udara masuk dan keluar tetapi menghambat akses hewan pengerat.

5. Apakah saluran air bisa menjadi jalan masuk tikus?

Saluran air dan drainase yang terhubung dengan area luar dapat menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa. Pastikan penutup dan sambungan saluran dalam kondisi baik, tetapi jangan menutup saluran dengan cara yang menghambat aliran air.

Rekomendasi