7 Cara Menata Kursi Teras agar Nyaman dan Tidak Mengganggu Akses Jalan

Ingin punya teras nyaman untuk bersantai tanpa menghalangi jalan? Berikut 7 cara menata kursi teras, mulai dari memilih ukuran furnitur hingga mengatur jalur sirkulasi.

Muhammad Hasbi Kamil
Oleh Muhammad Hasbi Kamil- Reporter
7 Cara Menata Kursi Teras agar Nyaman dan Tidak Mengganggu Akses Jalan
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Teras merupakan salah satu area rumah yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati teh bersama keluarga, atau untuk menerima tamu. Karena itu, penempatan kursi yang kurang tepat tak jarang membuat ruang gerak menjadi terbatas. Kendala akan semakin terasa jika teras rumah berukuran kecil.

Kondisi ini bisa membuat penghuni kesulitan ketika hendak masuk dan keluar rumah. Oleh karena itu, cara menata kursi teras perlu memperhatikan kenyamanan tempat duduk sekaligus menyediakan jalur berjalan yang cukup leluasa.

Penataan yang baik tidak selalu membutuhkan banyak furnitur atau dekorasi mahal. Dengan memilih kursi yang sesuai, memanfaatkan sudut ruangan, dan mengatur posisi meja secara tepat, teras tetap bisa terlihat menarik tanpa mengganggu akses jalan. Berikut cara menata kursi teras agar tetap nyaman dan tidak mengganggu akses jalan, dirangkum Merdeka.com dari beragam sumber (6/11/2026).

1. Tentukan Jalur Jalan Sebelum Meletakkan Kursi

Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Sebelum menempatkan furnitur, tentukan terlebih dahulu jalur yang biasa digunakan penghuni untuk masuk dan keluar rumah. Perhatikan posisi pintu utama, akses menuju halaman, serta jalan yang menghubungkan teras dengan area lainnya.

Setelah mengetahui jalur tersebut, sisakan ruang kosong yang tidak boleh digunakan untuk meletakkan kursi, meja, maupun pot tanaman. Dengan begitu, penghuni bisa bergerak lebih leluasa tanpa harus menggeser furnitur setiap kali melintas.

Sebagai referensi, standar aksesibilitas Americans with Disabilities Act (ADA) dari U.S. Access Board menetapkan lebar bersih jalur akses minimal 36 inci atau sekitar 91,5 cm. Angka ini dapat dijadikan acuan untuk merencanakan jalur yang lebih lapang, meskipun ketentuan ADA bukan standar wajib untuk teras rumah pribadi di Indonesia.

2. Letakkan Kursi Merapat ke Dinding atau Sudut Teras

Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Salah satu cara menata kursi teras agar tidak menghalangi akses jalan adalah memanfaatkan bagian tepi ruangan. Letakkan kursi merapat ke dinding atau di sudut teras sehingga bagian tengah tetap bisa digunakan sebagai jalur berjalan.

Jika ingin menyediakan tempat duduk untuk dua orang, misalnya, letakkan dua kursi berdampingan di salah satu sisi teras. Cara ini lebih efektif dibandingkan menyebarkan kursi di beberapa bagian yang justru membuat ruang gerak semakin terbatas.

Penempatan tersebut juga membuat teras terlihat lebih rapi karena furnitur terkumpul di satu area. Selain itu, penghuni bisa memiliki sudut bersantai yang lebih nyaman tanpa terganggu oleh orang yang berlalu-lalang.

3. Pilih Kursi dengan Ukuran yang Sesuai Luas Teras

Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Ukuran kursi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menata teras. Kursi dengan sandaran lebar, lengan besar, atau bentuk terlalu besar bisa membuat area terasa sesak meskipun jumlah furnitur yang digunakan tidak banyak.

Untuk teras sempit, pilih kursi dengan desain ramping dan kaki terbuka agar tampilannya tidak terlalu memenuhi ruangan. Kursi tanpa sandaran tangan yang besar juga bisa menjadi pilihan karena lebih mudah ditempatkan di area terbatas.

Beberapa jenis kursi yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Kursi lipat: Mudah disimpan ketika tidak digunakan sehingga cocok untuk teras kecil.
  • Kursi tanpa sandaran tangan: Memiliki bentuk lebih ringkas dan tidak terlalu banyak memakan ruang.
  • Kursi susun: Bisa ditumpuk ketika teras perlu digunakan untuk aktivitas lain.
  • Kursi minimalis: Memiliki desain sederhana sehingga lebih mudah dipadukan dengan berbagai konsep teras.

4. Gunakan Meja Kecil agar Tidak Memenuhi Area Teras

Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Meja sering menjadi pelengkap tempat duduk karena bisa digunakan untuk meletakkan minuman, makanan ringan, atau barang lainnya. Namun, meja yang terlalu besar justru bisa menghabiskan ruang dan membuat akses jalan semakin sempit.

Sebagai alternatif, gunakan meja bundar kecil yang bisa diletakkan di antara dua kursi. Bentuk bundar tidak memiliki sudut tajam yang menonjol sehingga lebih mudah disesuaikan dengan area teras terbatas.

Jika luas teras benar-benar terbatas, meja lipat atau meja samping juga bisa menjadi pilihan. Furnitur tersebut dapat dipindahkan atau disimpan ketika tidak diperlukan sehingga area berjalan tetap lega.

5. Atur Posisi Kursi agar Tidak Menghadap Langsung ke Jalur Keluar-Masuk

Selain ukuran furnitur, arah hadap kursi juga perlu diperhatikan. Kursi yang menghadap langsung ke pintu atau berada tepat di samping jalur masuk bisa membuat orang yang sedang duduk merasa terganggu oleh aktivitas penghuni lainnya.

Jika teras memiliki ruang yang cukup, atur dua kursi saling berhadapan atau sedikit menyerong. Posisi ini membuat percakapan lebih nyaman karena penghuni bisa saling melihat tanpa harus menempatkan furnitur di tengah jalur berjalan.

Untuk teras memanjang, kursi bisa ditempatkan sejajar dengan dinding dan menghadap ke halaman. Penataan tersebut memungkinkan penghuni menikmati pemandangan luar rumah sekaligus menjaga area tengah tetap kosong.

6. Manfaatkan Bangku Panjang untuk Menghemat Ruang

Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)
Ilustrasi penataan kursi teras (AI Generated)

Jika teras memiliki bentuk memanjang tetapi tidak terlalu lebar, bangku panjang bisa menjadi alternatif pengganti beberapa kursi terpisah. Tempatkan bangku merapat ke dinding agar tidak terlalu banyak mengambil ruang di bagian tengah.

Bangku panjang memungkinkan beberapa orang duduk bersama tanpa membutuhkan banyak furnitur tambahan. Model ini juga bisa dibuat mengikuti ukuran teras sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Untuk menambah fungsinya, pilih bangku yang bagian bawahnya memiliki ruang penyimpanan. Area tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyimpan sandal, perlengkapan berkebun, atau barang lain yang biasa digunakan di teras.

7. Hindari Tanaman Hias dan Dekorasi yang Menghalangi Jalan

Tanaman hias sering digunakan untuk mempercantik tampilan teras. Namun, penempatan pot yang terlalu banyak di lantai bisa membuat jalur berjalan semakin sempit, terutama jika area tersebut juga digunakan untuk meletakkan kursi dan meja.

Agar tetap terlihat menarik, letakkan tanaman di sudut teras atau menempel pada dinding. Jika ingin menghadirkan banyak tanaman, gunakan rak vertikal sehingga tidak terlalu banyak memanfaatkan ruang lantai.

Perhatikan pula ukuran tanaman ketika sudah tumbuh. Tanaman dengan daun menjuntai atau cabang yang melebar bisa mengganggu akses apabila diletakkan terlalu dekat dengan jalur masuk.

Prinsip menghindari penghalang juga tercantum dalam pedoman Indeks Kelayakan Berjalan (Walkability Index) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR. Pedoman tersebut memasukkan unsur "penghalang" sebagai salah satu parameter penilaian jalur pejalan kaki. Prinsip serupa dapat diterapkan saat mengatur furnitur dan dekorasi agar tidak mengurangi ruang gerak penghuni.

Pertanyaan Seputar Penataan Kursi di Teras Rumah

1. Bagaimana cara menata kursi di teras yang sempit?

Letakkan kursi merapat ke dinding atau sudut teras agar bagian tengah tetap menjadi jalur berjalan. Pilih kursi berukuran kecil, kursi lipat, atau bangku panjang supaya tidak terlalu banyak memakan ruang.

2. Berapa jarak ideal antara kursi teras dan jalan untuk lewat?

Sebagai acuan, sisakan lebar jalur berjalan sekitar 90 cm agar penghuni bisa melintas dengan lebih leluasa. Jika memungkinkan, sediakan ruang lebih luas, terutama jika jalur tersebut sering digunakan untuk membawa barang atau dilalui pengguna kursi roda.

3. Kursi seperti apa yang cocok untuk teras kecil?

Kursi minimalis dengan desain ramping, kursi lipat, dan kursi tanpa sandaran tangan berukuran besar cocok untuk teras kecil. Pilih furnitur yang mudah dipindahkan atau disimpan agar area teras tetap fleksibel digunakan.

Rekomendasi