Polisi memastikan atlet golf Jesslyn Wijaya tidak menjadi korban penculikan. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan Jesslyn meninggalkan Indonesia atas keinginannya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan tidak ditemukan unsur penculikan dalam peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
"Bukan penculikan. Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri," ujar Roby, Minggu (2/8/2026).
Meski begitu, penyidik belum menutup penanganan perkara. Polisi masih akan menggelar perkara untuk memastikan seluruh fakta dan menyelesaikan proses penyelidikan.
"Belum (dihentikan), masih direncanakan jadwal gelarnya," kata Roby.
Sebelumnya, polisi telah mengidentifikasi empat hingga lima orang yang membawa Jesslyn dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Mereka dipastikan bukan pelaku penculikan, melainkan orang-orang yang diminta oleh ibu Jesslyn untuk menjemput putrinya.
Dari Jakarta, Jesslyn dibawa ke Semarang untuk bertemu dengan sang ibu. Selanjutnya, ia berangkat ke Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand, bersama ibu dan bibinya.
Penyidik juga menelusuri alasan di balik kepergian atlet golf tersebut. Dugaan sementara mengarah pada persoalan keluarga, yakni ketidaksetujuan orang tua terhadap hubungan Jesslyn dengan pacar maupun lingkungan pertemanannya.
Saat ditanya apakah kepergian Jesslyn merupakan upaya orang tua untuk memisahkannya dari pergaulan tersebut, Roby membenarkan.
"Iya," ujarnya singkat.