Pemkab Jayapura Dorong Produk UMKM Lokal Tembus Ritel Modern

Pemkab Jayapura berupaya keras agar produk UMKM Jayapura tembus ritel modern dengan membekali pelaku usaha melalui bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Jayapura Dorong Produk UMKM Lokal Tembus Ritel Modern
Pemkab Jayapura berupaya keras agar produk UMKM Jayapura tembus ritel modern dengan membekali pelaku usaha melalui bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, secara aktif mendorong produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk dapat menembus pasar ritel modern. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik bagi para pelaku usaha.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura, dengan melibatkan partisipasi 100 pelaku UMKM dari berbagai wilayah pembangunan di Kabupaten Jayapura.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM dalam memenuhi standar keamanan pangan, sekaligus menjadi forum diskusi mengenai kebutuhan pasar, mulai dari kapasitas produksi hingga kualitas produk yang dihasilkan.

Peningkatan Kualitas dan Standar Produk UMKM

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw, menyatakan harapannya agar setiap produk hasil usaha dari Kabupaten Jayapura dapat diterima di ritel modern di masa mendatang. Menurut Derek, kegiatan ini krusial untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memenuhi standar keamanan pangan.

Derek juga menyoroti bahwa masih banyak produk UMKM yang belum memenuhi persyaratan perizinan dan standar produksi yang berlaku. Oleh karena itu, melalui bimtek ini, diharapkan pemahaman pelaku UMKM akan bertambah, khususnya dalam melakukan penilaian mandiri terhadap produk sebelum diperiksa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah masa kedaluwarsa produk pangan olahan. Aspek ini sangat vital karena merupakan salah satu syarat utama yang diperhatikan oleh jaringan ritel modern sebelum menerima suatu produk. Pemenuhan standar ini menjadi kunci bagi UMKM Jayapura ritel modern.

Membangun Konektivitas Pasar dan Keamanan Pangan

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Adi Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun konektivitas antara produk olahan masyarakat dengan pasar ritel. Tujuannya adalah memastikan produk olahan masyarakat sehat dan aman, serta memperkenalkan produk lokal yang telah memenuhi standar kepada pihak ritel untuk membantu pemasarannya.

Adi Kurniawan menegaskan bahwa tujuan utama bimtek ini adalah membekali pelaku usaha agar mampu melakukan penilaian mandiri terhadap keamanan produk yang mereka hasilkan. Ini mencakup seluruh proses, mulai dari bahan baku yang digunakan hingga kemasan yang dipakai, demi memastikan keamanan produk pangan.

Sebanyak 100 pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) turut serta dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah, meliputi 84 PIRT dari wilayah pembangunan I, lima PIRT dari wilayah pembangunan II, sembilan PIRT dari wilayah pembangunan III, dan dua PIRT dari wilayah pembangunan IV. Partisipasi luas ini menunjukkan komitmen Pemkab Jayapura dalam mendorong UMKM Jayapura ritel modern.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi