Sebanyak 28 siswa MI Al Islah di Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (22/9/2026) pagi. Dugaan mengarah pada menu tambahan berupa susu kedelai yang terlambat didistribusikan.
Gejala mual, pusing, sakit perut hebat, hingga muntah-muntah muncul sekitar satu jam setelah makan. Makanan pokok dan lauk dibagikan sejak pukul 07.00 WIB. Adapun susu kedelai yang dipasok UD ZAM Bagorejo baru tiba di sekolah sekitar pukul 09.30 WIB dan diminum para siswa sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso menyebut polisi segera mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan tenaga medis, dan memantau rekaman video insiden yang beredar di media sosial.
"Kejadian bermula saat pendistribusian makanan MBG dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, menu susu kedelai baru datang belakangan sekitar pukul 09.30 WIB," ujar AKP Edi Santoso, Rabu (23/9/2026).
Akibat kejadian tersebut, 12 siswa dirujuk ke Puskesmas Gumukmas untuk perawatan, yakni Devias Kamadani (12), Alya (10), Fatir Rohman (7), Hafizah Ramadani (8), Ayla (8), Vanisa Dwi P (12), Talik (8), Dika (8), Dewi (7), Ferina (7), Alesa (10), dan Naila Hafidatud (7).
Sementara itu, 16 siswa lainnya mengalami gejala lebih ringan. Mereka adalah Hasbi (9), Abyan (7), Bara (8), Rafa (8), Wanda (10), Valen (7), Arsyafa (8), Cantika (9), Anggi (7), Intan (9), Raka (9), Albi (7), Kanaya (9), Amel (10), Risya (9), dan Wihema (10).
Advertisement
BGN Investigasi Kasus Siswa di Jember Keracunan MBG
Para siswa mendapat penanganan awal di sekolah, termasuk pemberian air kelapa muda dan obat-obatan dari puskesmas, sebelum diperbolehkan pulang.
"Ada 12 anak yang dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk perawatan, sedangkan 16 anak lainnya mendapat pertolongan pertama berupa air kelapa muda dan obat, kemudian dipulangkan," tambah Edi.
Pasca-kejadian, Koordinator Kecamatan Badan Gizi Nasional (BGN) Gumukmas bersama Muspika melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiagung Gumukmas 2 di bawah naungan Yayasan Berkah Sugih Rezeki.
Sampel makanan dan susu kedelai diamankan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Kabupaten Jember guna memastikan penyebab kontaminasi.
Sebagai tindak lanjut, Korcam BGN Gumukmas merekomendasikan kepada BGN Pusat agar operasional SPPG Jatiagung Gumukmas disuspensi sementara. Korcam juga mendesak penggantian Kepala SPPG yang bertanggung jawab atas keterlambatan dan kelayakan pasokan makanan tersebut.