Rekaman Terakhir Ungkap Detik-Detik Jet Jatuh di Florida

Rekaman ATC mengungkap detik-detik jet jatuh Florida. NTSB menyelidiki es, turbulensi, hingga kemungkinan bagian pesawat terlepas. Ini temuan awalnya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Rekaman Terakhir Ungkap Detik-Detik Jet Jatuh di Florida
Petugas penegak hukum mendatangi lokasi kecelakaan pesawat di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11/2026). Kecelakaan jet pribadi jenis Learjet 60 tersebut menewaskan sembilan orang yang berada di dalam pesawat. (AP Photo/Mark Elias)

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) memulai penyelidikan atas jet jatuh di Florida yang menukik tajam sebelum meledak dan menewaskan sembilan orang di dalamnya. Otoritas mempertimbangkan kemungkinan ada komponen pesawat yang terlepas sebelum insiden, di samping faktor cuaca yang dilaporkan buruk saat kejadian.

Dikutip dari BBC, Selasa (3/11/2026), pesawat tipe Learjet 60 lepas landas dari Austin, Texas, menuju Bahama pada Minggu. Jet itu kemudian jatuh di ruas jalan raya sekitar 14 kilometer dari resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump.

Di antara korban tewas terdapat seorang pengusaha teknologi bersama istri dan dua anaknya. Kopilot dilaporkan berusia 20 tahun.

NTSB menyebut es dan turbulensi turut diperhitungkan sebagai faktor yang mungkin berkontribusi. Setelah lepas landas, awak sempat menghubungi pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk melaporkan kondisi yang mereka hadapi.

"Kami mendapati adanya presipitasi dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki jika memungkinkan," kata awak pesawat kepada ATC.

Anggota NTSB Tom Chapman menyampaikan bahwa kurang dari 30 detik setelah komunikasi tersebut, pesawat mulai kehilangan ketinggian dan awak kemudian mengirimkan panggilan mayday. Namun, komunikasi berikutnya tidak lagi dapat dipahami.

"Sayangnya, seluruh orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia," kata Chapman.

NTSB menegaskan penentuan penyebab pasti membutuhkan proses investigasi yang panjang. Badai petir juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut ketika kecelakaan berlangsung.

Selain menelisik kondisi cuaca, tim akan memastikan apakah pesawat dilengkapi perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dan apakah perangkat itu masih bisa ditemukan. Investigasi melibatkan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), perwakilan Learjet, ahli meteorologi, serta pakar pengatur lalu lintas udara.

Penyelidik keselamatan penerbangan NTSB, Timothy Monville, mengatakan proses evakuasi puing dari kawah di jalan raya tidak mudah. "Memulihkan puing-puing dari kawah di jalan raya akan menjadi tantangan yang berat," ujarnya.

Analisis penerbangan menunjukkan laju penurunan ketinggian mencapai ratusan kaki per detik. Dalam rekaman ATC, seorang awak terdengar menyatakan kondisi darurat sambil berteriak bahwa pesawat mengalami kecepatan berlebih dan menukik 20.000 kaki per menit.

"Kami dalam kondisi kecepatan berlebih, menurun 20.000 kaki per menit," ujar awak pesawat tersebut.

Awak kemudian mengatakan bahwa pesawat akan menghantam tanah. Sekitar 35 detik setelah panggilan mayday pertama, komunikasi terakhir dari kokpit diduga berbunyi, "Waktu kami sudah habis."

Identitas 9 Korban Jet Jatuh di Florida

Tujuh penumpang yang tewas telah diidentifikasi melalui pernyataan bersama keluarga mereka.

Mereka adalah pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya Helen Sharp, serta kedua anak mereka, Emma dan Charlie. Tiga korban lainnya yakni Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.

Sementara itu, pilot pesawat diketahui bernama Jeffery Gregory. Adapun kopilotnya adalah Nathalia Filgueiras, yang telah memperoleh lisensi pilot saat berusia 17 tahun.

Selain sembilan orang yang tewas di dalam pesawat, seorang pria yang berada di darat juga dilaporkan mengalami cedera pada bagian kaki ketika jet tersebut menukik dan menghantam jalan raya.

Rekomendasi