VP Bank of America Jadi Korban Penusukan Acak di Times Square

Bank of America mengonfirmasi bahwa Piacenti merupakan karyawannya. Namanya juga tercantum dalam memo internal perusahaan.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
VP Bank of America Jadi Korban Penusukan Acak di Times Square
Wakil Presiden Bank of America (BofA) Erin Piacenti (32) diidentifikasi merupakan korban tewas dalam penusukan di Times Square, New York City, Amerika Serikat (AS), Senin (31/8/2026). (Dok. LinkedIn)

Seorang perempuan yang tewas dalam aksi penusukan di kawasan Times Square, New York City, Amerika Serikat (AS), ternyata merupakan wakil presiden Bank of America (BofA). Korban diketahui bernama Erin Piacenti, 32 tahun.

Piacenti menjadi salah satu korban dalam penusukan yang terjadi di tengah keramaian Times Square pada Senin (31/8/2026). Kepolisian New York (NYPD) menduga serangan tersebut dilakukan secara acak dan tanpa provokasi.

Bank of America mengonfirmasi bahwa Piacenti merupakan karyawannya. Namanya juga tercantum dalam memo internal perusahaan yang dilihat Reuters.

Piacenti bekerja sebagai wakil presiden pada unit yang menangani seleksi bisnis dan potensi konflik kepentingan. Berdasarkan informasi di profil LinkedIn-nya, dia baru sekitar 18 bulan bergabung dengan Bank of America.

"Kami terkejut dan sangat berduka atas kehilangan rekan kami secara tragis. Dia adalah anggota tim yang sangat kami hargai dan akan sangat dirindukan. Kami turut berduka kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya," kata Bank of America dalam pernyataan yang disampaikan kepada Reuters, Selasa (1/9).

Lokasi kantor Bank of America di Manhattan, One Bryant Park, diketahui berada tidak jauh dari Times Square.

 

Penusukan di Tengah Keramaian Times Square

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.24 waktu setempat di sekitar West 42nd Street dan Seventh Avenue. Selain Piacenti, seorang pria berusia 68 tahun turut menjadi korban dan mengalami luka tusuk.

NYPD menyatakan pria tersebut masih dalam kondisi stabil. Polisi menduga kedua korban diserang secara acak.

Komisioner NYPD Jessica Tisch mengatakan petugas yang tiba di lokasi menemukan Pamela Cisneros, 49 tahun, membawa dua pisau besar.

Cisneros kemudian berjalan mendekati petugas sambil tetap menggenggam kedua senjata tersebut. Polisi akhirnya menembaknya setelah upaya untuk menghentikan aksi tersebut dilakukan.

Cisneros kemudian dinyatakan meninggal dunia. Menurut Tisch, perempuan tersebut memiliki riwayat masalah kesehatan mental yang sebelumnya telah diketahui pihak berwenang.

 

Bank of America Perketat Pengamanan

Kematian Piacenti turut mendapat perhatian dari jajaran Bank of America. Presiden Global Corporate & Investment Banking BofA Matthew Koder menyebut Piacenti sebagai rekan kerja sekaligus sahabat yang sangat disayangi.

Dalam memo internal perusahaan, Koder mengatakan Piacenti merupakan bagian penting dari tim Seleksi Bisnis dan Konflik Kepentingan.

Tim keamanan Bank of America juga disebut telah membantu polisi dalam penyelidikan kasus tersebut. Perusahaan sekaligus meningkatkan pengamanan bagi kantor dan para karyawannya.

Kasus penusukan ini menambah daftar kekerasan yang menimpa pekerja dan eksekutif perusahaan di Manhattan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, seorang eksekutif senior Blackstone tewas setelah seorang pria bersenjatakan senapan serbu masuk ke lobi gedung perkantoran di Midtown Manhattan dan melepaskan tembakan.

Setahun sebelumnya, CEO UnitedHealthcare Brian Thompson juga tewas ditembak di luar sebuah hotel di Manhattan. Aparat menyebut pembunuhan tersebut telah direncanakan.

Meski sejumlah kasus kekerasan menjadi perhatian publik, data NYPD menunjukkan tren kejahatan di New York City secara keseluruhan mengalami penurunan. Pada tujuh bulan pertama 2026, jumlah kasus penembakan, korban penembakan, dan pembunuhan dilaporkan menjadi yang terendah sejak pencatatan dilakukan.

Rekomendasi