Insiden Penusukan di Times Square Berujung Tembakan Polisi

Penusukan di Times Square terjadi dekat pos NYPD. Dua orang ditikam, satu tewas. Polisi menembak pelaku. Ini temuan awal dan pernyataan otoritas.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Insiden Penusukan di Times Square Berujung Tembakan Polisi
Gambar diambil dari video yang disediakan oleh WABC-TV, menunjukkan petugas NYPD di lokasi kejadian setelah seorang wanita yang mengacungkan dua pisau besar ditembak oleh petugas di Times Square, New York, Senin, 31 Agustus 2026. (WABC via AP)

Kawasan Times Square, New York City, digemparkan oleh penusukan acak pada Senin. Seorang perempuan berusia 49 tahun asal Queens menikam dua orang; satu korban meninggal. Polisi menembak pelaku hingga tewas di lokasi.

Menurut Associated Press, Selasa (1/9/2026), peristiwa berujung penembakan itu terjadi sesaat sebelum pukul 16.30 di dekat pos New York Police Department (NYPD), tepat di luar One Times Square. Times Square merupakan salah satu kawasan paling ramai dikunjungi wisatawan sekaligus area dengan pengamanan kepolisian paling ketat di New York.

Komisaris Polisi New York Jessica Tisch menyebut pelaku mengeluarkan dua pisau dari sebuah tas belanja. Korban pertama adalah pria 68 tahun yang baru keluar dari stasiun kereta bawah tanah dan tengah menunggu menyeberang bersama istrinya. Pelaku menusuk perut pria itu, lalu dalam hitungan detik menyerang perempuan 32 tahun dan kembali menusuk bagian perutnya.

Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Polisi mengatakan perempuan 32 tahun meninggal, sedangkan pria 68 tahun dalam kondisi stabil. Aparat belum mengungkap apakah keduanya wisatawan atau warga setempat.

Video di media sosial memperlihatkan sedikitnya 10 petugas mengelilingi pelaku yang memegang dua pisau dapur berukuran besar. Tisch mengatakan petugas berupaya membujuk pelaku selama beberapa menit agar menjatuhkan pisaunya, namun ia menolak.

"Saya tidak akan menjatuhkan apa pun, saya lebih memilih membunuh kalian berdua," kata perempuan tersebut kepada polisi. Menurut Tisch, upaya itu dilanjutkan dengan penggunaan Taser, tetapi senjata kejut tak berhasil melumpuhkannya.

Dalam rekaman yang diambil warga, pelaku tampak berjalan cepat ke arah petugas sambil mengayunkan dua pisau di depannya. Dua anggota polisi kemudian melepaskan tembakan. Rekaman memperlihatkan pelaku jatuh, seorang petugas memborgolnya, sementara petugas lain membalikkan tubuhnya dan memberi pertolongan pertama.

"Ini adalah situasi yang sangat berbahaya yang terjadi di jantung Times Square, persimpangan dunia," kata Tisch.

Riwayat Kesehatan Mental Terekam di NYPD

Tisch mengatakan perempuan tersebut memiliki riwayat kesehatan mental yang terdokumentasi dengan NYPD, termasuk insiden pada 2018 dan 2019, namun tidak memiliki riwayat penangkapan. Ia tidak merinci lebih lanjut soal riwayat itu.

Polisi masih menyelidiki kejadian ini dan menyebut belum ada bukti yang mengarah pada aksi terorisme. Nama kedua korban belum dirilis karena polisi menunggu pemberitahuan kepada keluarga terdekat.

"Kami tahu bahwa kehidupan keluarga-keluarga tersebut telah hancur oleh apa yang terjadi hari ini, dan kami akan terus memberikan perhatian kepada mereka selama berjam-jam, berhari-hari, dan berminggu-minggu ke depan," kata Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Mamdani dan Tisch memuji tindakan para petugas, menilai lebih banyak orang bisa saja terluka atau tewas jika polisi tidak segera bertindak.

Setelah kejadian, NYPD menutup sementara sebagian ruas 7th Avenue dan mengimbau masyarakat menjauhi area tersebut. Garis polisi dipasang membatasi lokasi, sementara sejumlah besar aparat penegak hukum bekerja di sekitar TKP.

Insiden ini terjadi saat angka kejahatan dengan kekerasan di New York City turun tajam tahun ini. Kasus pembunuhan menurun 24 persen dan berada dalam tren yang berpotensi mencapai tingkat terendah dalam beberapa dekade.

Namun penusukan ini menjadi kasus pembunuhan kedua di Times Square sepanjang tahun ini. Pada Mei lalu, seorang pria tewas ditikam di kawasan yang sama.

Rekomendasi