Memburu Api dari Langit Kalimantan Barat

Sebuah paramotor digunakan untuk menyisir kawasan dari udara.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Memburu Api dari Langit Kalimantan Barat
Tim Alfa, pasukan gabungan tiga matra TNI, melakukan surveilans dan pemetaan untuk mendeteksi titik panas. (Foto Antara).

Dari udara, hamparan hutan dan lahan Kalimantan Barat terlihat seperti bentangan luas sulit ditembus. Di baliknya, titik-titik panas bisa muncul jauh dari jalan dan permukiman, membuat pemadaman dari darat berpacu dengan waktu.

Di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, upaya menemukan titik api dilakukan dari udara. Tim Alfa, pasukan gabungan tiga matra TNI, melakukan surveilans dan pemetaan untuk mendeteksi titik panas sekaligus mencari jalur tercepat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebuah paramotor digunakan untuk menyisir kawasan dari udara. Dari ketinggian, personel berupaya mendapatkan gambaran lokasi kebakaran yang sulit terlihat atau dijangkau dari permukaan tanah.

Operasi tersebut mendapat dukungan dari Yon Parako 466 Pasgat yang menurunkan satu tim visual control point (VCP). Tim ini bertugas membantu mengarahkan pergerakan paramotor selama proses pemetaan.

Lettu Pas Richo Hamdan, Tertua VCP Yon Parako 466 Pasgat, mengatakan pemantauan udara menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan karhutla.

"Kegiatan tersebut mendapat dukungan Yon Parako 466 Pasgat yang menurunkan satu tim visual control point (VCP) untuk mengarahkan pergerakan paramotor dalam operasi pemetaan dari udara di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya," kata Richo Hamdan di Sungai Raya, Selasa (1/9), demikian dikutip dari Antara.

 

Ketika Jalan Darat Tak Lagi Menjadi Pilihan

Karhutla di Kalimantan Barat tidak selalu terjadi di lokasi yang mudah dijangkau. Sebagian titik api berada di kawasan savana dan padang alang-alang. Vegetasi yang mudah terbakar membuat api dapat dengan cepat merambat, sementara akses menuju lokasi melalui darat membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam kondisi seperti itu, persoalannya bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi seberapa cepat petugas dapat menemukan dan mencapai sumbernya. Pemetaan udara menjadi salah satu jawabannya.

Dengan mengetahui posisi titik panas dari udara, personel di darat dapat menentukan jalur yang paling memungkinkan untuk mencapai lokasi. Titik pendaratan maupun akses terdekat dapat dipetakan sebelum pasukan bergerak. Artinya, personel tidak harus menyisir kawasan secara acak. Mereka dapat bergerak berdasarkan gambaran medan yang telah diperoleh dari udara.

"Pemetaan udara dinilai penting karena sejumlah titik kebakaran di Kalimantan Barat berada di kawasan savana dan padang alang-alang yang mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluap," kata dia.

Dari Kopassus hingga Marinir

Tim yang menjalankan misi tersebut bukan berasal dari satu kesatuan. Tim Alfa merupakan gabungan personel dari sejumlah satuan TNI, antara lain Kopassus, Korpasgat, Kostrad dan Korps Marinir.

Pengerahan pasukan lintas satuan tersebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk dalam tugas membantu masyarakat dan pemerintah menghadapi bencana.

Dalam penanganan karhutla, kemampuan masing-masing satuan dipadukan untuk mempercepat proses deteksi hingga penanganan titik api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Paramotor dan Drone Jadi Mata dari Udara

Paramotor bukan satu-satunya alat yang digunakan. Tim juga memanfaatkan drone untuk membantu mendeteksi titik panas dan melihat kondisi lapangan sebelum personel dikirim menuju lokasi.

Teknologi tersebut memberikan informasi awal mengenai medan yang akan dihadapi. Dari sana, petugas dapat memperkirakan akses, menentukan pendekatan dan menyiapkan langkah penanganan.

Bagi tim di lapangan, informasi dari udara menjadi semacam peta sebelum memasuki medan yang sebenarnya. Semakin akurat informasi yang diperoleh, semakin kecil kemungkinan waktu terbuang untuk mencari sumber api.

 

Berpacu Sebelum Api Meluas

Dalam penanganan karhutla, waktu menjadi faktor penting. Api yang masih kecil memiliki peluang lebih besar untuk segera dikendalikan. Namun, ketika menjalar di kawasan yang dipenuhi alang-alang atau vegetasi kering, api dapat meluas dengan cepat.

Karena itu, strategi Tim Alfa tidak hanya berfokus pada menemukan api, tetapi juga menemukan cara tercepat untuk mencapainya. Pemetaan dari udara diharapkan memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan ketepatan penanganan.

Di tengah hamparan lahan yang luas dan akses darat yang terbatas, paramotor dan drone menjadi mata bagi personel yang berada di bawah.

Dari langit Kalimantan Barat, perburuan terhadap titik api dimulai—sebelum nyala kecil berubah menjadi kebakaran yang lebih besar.

Rekomendasi