Tragedi Kapal Feri di Siprus Utara, Belasan Penumpang Masih Hilang

Sebuah kapal feri terbalik di lepas pantai Siprus Utara. Sebanyak delapan orang tewas dan operasi pencarian intensif masih dilakukan untuk menemukan korban hilang.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Tragedi Kapal Feri di Siprus Utara, Belasan Penumpang Masih Hilang
Dalam cuplikan video ini, para penumpang yang mengenakan jaket penyelamat menunggu di atas kapal penumpang yang terbalik untuk diselamatkan di lepas pantai Girne, di bagian utara Siprus yang diduduki Turki, Minggu, 30 Agustus 2026. (DHA via AP)

 

Sebuah kapal feri dilaporkan terbalik di lepas pantai Siprus Utara pada Minggu (30/8/2026), menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia. Hingga Senin (31/8/2026), sebanyak 18 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam insiden yang dikategorikan sebagai bencana maritim terburuk di wilayah tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, feri katamaran tersebut mengangkut sekitar 270 orang, termasuk awak kapal, saat bertolak dari pelabuhan Girne atau Kyrenia pada pukul 12.30 waktu setempat. Tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan, kapal mulai kemasukan air dan akhirnya terbalik di tengah laut.

Presiden Siprus Utara, Tufan Erhurman, menyatakan bahwa dari total 267 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 241 penumpang telah berhasil diselamatkan. Saat ini, bangkai kapal tersebut diketahui berada di kedalaman 514 meter di bawah permukaan laut.

Pengerahan Tim Penyelamat dan Penyelidikan

Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan secara besar-besaran oleh komando penjaga pantai Siprus Utara dengan mengerahkan kapal penumpang, lima unit pemanduan, serta dua helikopter. Selain itu, Angkatan Laut Turki turut memberikan dukungan dengan mengirimkan enam unit kapal untuk menyisir lokasi kejadian.

Pemerintah Siprus Utara telah mengaktifkan layanan kesehatan untuk memberikan penanganan medis bagi para korban selamat. Kementerian Kesehatan setempat memastikan seluruh rumah sakit di wilayah tersebut telah bersiaga untuk memberikan perawatan darurat yang diperlukan bagi para penyintas.

Di sisi lain, pihak kepolisian telah menahan kapten serta tujuh anggota awak kapal untuk kepentingan pemeriksaan. Menteri Transportasi Siprus Utara, Erhan Arikli, mengungkapkan bahwa kementeriannya akan melakukan penyelidikan terpisah guna mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Tudingan Penumpang Terhadap Awak Kapal

Proses hukum mulai berjalan seiring dengan munculnya berbagai kesaksian dari para penumpang yang selamat. Menteri Transportasi Erhan Arikli menyebutkan adanya sejumlah tuduhan serius yang disampaikan penumpang terhadap awak kapal.

Beberapa penumpang mengklaim bahwa pintu kapal dalam keadaan terkunci saat insiden terjadi. Selain itu, terdapat tuduhan bahwa kapten kapal melarikan diri dari lokasi kejadian setelah kapal mulai tenggelam. Penumpang lainnya juga menuding bahwa awak kapal tidak mengindahkan peringatan yang sempat disampaikan sebelum kapal mulai kemasukan air.

Rekaman televisi dari Turki menunjukkan kondisi kapal yang terbalik di laut, dengan sejumlah orang terlihat bertahan di atas lambung kapal berwarna oranye menggunakan pelampung. Meskipun kondisi cuaca dilaporkan cerah saat kejadian, kapal tersebut tetap mengalami kendala teknis hingga akhirnya mengeluarkan panggilan darurat sebelum tenggelam beberapa kilometer dari garis pantai.

Rekomendasi