Arkeolog Temukan Bukti Penyebab Hancurnya Kota Sodom yang Disebut di Alquran dan Alkitab

Sebuah penemuan arkeologi menarik telah mengungkap kemungkinan kisah Sodom dan Gomora dalam Alkitab dan Alquran.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Temukan Bukti Penyebab Hancurnya Kota Sodom yang Disebut di Alquran dan Alkitab
Arkeolog Temukan Bukti Penyebab Hancurnya Kota Sodom yang Disebut di Alquran dan Alkitab (Merdeka.com)

Sekitar tahun 1650 SM, kota Zaman Perunggu bernama Tall el-Hammam di Lembah Yordania hancur karena ledakan yang disebabkan oleh komet atau meteor. Kejadian ini mungkin mengilhami kisah penghancuran Sodom dan Gomora dalam Alkitab.

Arkeolog telah menemukan bukti-bukti kejadian mendadak yang menghasilkan suhu tinggi di reruntuhan bangunan bata lumpur el-Hammam, seperti potongan tembikar yang meleleh di luar tapi tidak terkena di dalam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Scientific Reports mengungkap penyebab kemungkinan penghancuran tersebut berdasarkan catatan arkeologi

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Para peneliti menyimpulkan bahwa perang, kebakaran, letusan gunung berapi, atau gempa bumi tidak mungkin menjadi penyebabnya, karena peristiwa ini tidak mungkin menghasilkan panas yang cukup kuat untuk menyebabkan pelelehan seperti di lokasi tersebut. Mereka menduga ledakan tersebut disebabkan oleh sebuah batu ruang angkasa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, para peneliti tidak berhasil menemukan kawah di situs tersebut. Mereka berpendapat kerusakan tersebut ada hubungannya dengan ledakan udara yang terjadi saat meteor atau komet melintasi atmosfer dengan kecepatan tinggi.

Pedang meleleh

Menurut Christopher R. Moore, arkeolog dari University of South Carolina, ledakan ini diperkirakan terjadi sekitar 4 kilometer di atas kota dan memiliki kekuatan 1.000 kali lebih besar dari bom atom Hiroshima. "Suhu udara naik dengan cepat di atas 2.000 derajat Celsius," Moore menjelaskan.

"Pakaian dan kayu langsung terbakar. Pedang, tombak, bata lumpur, dan tembikar mulai meleleh. Hampir seketika, seluruh kota terbakar."

Sumber: Smithsonian Magazine

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Beberapa detik setelah ledakan, gelombang kejut melanda kota dengan kecepatan sekitar 1.190 kilometer per jam—lebih cepat dari tornado terburuk yang pernah tercatat. Bangunan-bangunan kota itu hanya tinggal menjadi pondasi dan puing-puing.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tak ada satupun dari 8.000 orang atau hewan di dalam kota yang selamat," tambah Moore. "Tubuh mereka terkoyak-koyak dan tulang mereka hancur menjadi potongan-potongan kecil."

Para peneliti juga menemukan bukti lain, seperti logam yang meleleh dan pecahan mineral yang tidak biasa di reruntuhan kota tersebut. 

Arkeolog juga menemukan tingkat garam yang tinggi di lapisan penghancuran, yang mungkin disebabkan oleh dampak ledakan terhadap Laut Mati atau pantainya.

Ledakan itu bisa menyebar garam ke area luas, mungkin menciptakan tanah yang asam sehingga mencegah tanaman tumbuh dan mengakibatkan kota-kota di sepanjang Lembah Yordania bawah ditinggalkan selama berabad-abad.

Dalam Kitab Kejadian, Allah "menghujani Sodom dan Gomora dengan belerang dan api dari Tuhan dari surga," dan "asap negeri itu naik seperti asap perapian." Menurut Injil Lukas, "pada hari Lot meninggalkan Sodom, hujan api dan belerang turun dari langit dan menghancurkan mereka semua."

Namun, apakah Tall el-Hammam dan Sodom adalah kota yang sama sebenarnya masih menjadi perdebatan. Para peneliti menunjukkan penelitian baru ini tidak menawarkan bukti yang memihak kepada salah satu pihak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Semua pengamatan yang tercantum dalam Kitab Kejadian sesuai dengan ledakan udara kosmik," kata Kennett dalam pernyataan tersebut, "tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa kota yang hancur ini memang Sodom dalam Perjanjian Lama."

Rekomendasi