Jubir Jerman Soal Desakan Trump Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang NATO

NATO merupakan aliansi pertahanan sehingga konflik tersebut tidak bisa dianggap sebagai perang yang melibatkan NATO.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Jubir Jerman Soal Desakan Trump Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang NATO
Jubir Jerman Soal Desakan Trump Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang NATO (Merdeka.com)

Pemerintah Jerman menegaskan bahwa perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tidak berkaitan dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Hal itu disampaikan Juru bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius.

Dia bilang, NATO merupakan aliansi pertahanan sehingga konflik tersebut tidak bisa dianggap sebagai perang yang melibatkan NATO.

“Ini bukan perang NATO. NATO adalah aliansi pertahanan. Pemerintah Jerman juga harus secara jelas menilai wilayah pertahanan aliansi serta posisi kami sendiri terkait kemungkinan keterlibatan dalam perang ini,” kata Kornelius kepada para jurnalis di Berlin, Senin dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (17/3/2026).

Ia juga memperingatkan bahwa perluasan operasi militer di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan risiko besar bagi negara-negara lain di Timur Tengah dan wilayah Teluk.

“Perluasan operasi tempur akan membawa risiko besar bagi mitra lain di kawasan Timur Tengah dan Teluk,” ujarnya.

Pemerintah Jerman sebelumnya telah beberapa kali menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut terlibat dalam perang yang dilancarkan AS terhadap Iran.

Trump Ancam NATO

Mahkamah Agung AS Membatalkan Tarif Trump, Ini Alasannya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci) © 2026 Liputan6.com

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa masa depan North Atlantic Treaty Organization (NATO) bisa berada dalam situasi “sangat buruk”.

Ini jika negara-negara anggotanya menolak mendukung upaya AS dalam konflik dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Financial Times. Dalam keterangannya, ia menilai negara-negara yang selama ini diuntungkan oleh jalur perdagangan energi melalui selat Hormuz seharusnya ikut membantu menjaga keamanan wilayah tersebut.

Trump mengatakan langkah tersebut penting untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman setelah Selat Hormuz praktis terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Sudah sewajarnya negara-negara yang mendapatkan manfaat dari selat itu ikut memastikan tidak terjadi sesuatu yang buruk di sana,” kata Trump.

Ia juga menegaskan bahwa jika sekutu NATO tidak merespons atau bahkan menolak permintaan tersebut, dampaknya bisa serius bagi masa depan aliansi militer tersebut.

“Jika tidak ada respons, atau jika responsnya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” ujarnya. 

Rekomendasi