Daftar 20 Kota Paling Polusi di Dunia 2024, Jakarta Urutan Berapa?

Laporan IQAir 2024 menunjukkan bahwa 13 dari 20 kota paling berpolusi di dunia berada di Asia, dengan India sebagai negara penyumbang terbesar.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Daftar 20 Kota Paling Polusi di Dunia 2024, Jakarta Urutan Berapa?
Daftar 20 Kota Paling Polusi di Dunia 2024, Jakarta Urutan Berapa? (Merdeka.com)

Berdasarkan laporan terbaru dari IQAir tahun 2024, sebagian besar kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia terletak di Asia. Laporan ini mengungkapkan bahwa India mendominasi daftar tersebut dengan 13 kota, di mana Byrnihat, sebuah kota industri di timur laut India, tercatat sebagai kota paling berpolusi di dunia dengan konsentrasi PM2.5 lebih dari 25 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO. Selain Byrnihat, New Delhi, sebagai ibu kota India, juga terus mempertahankan posisinya sebagai ibu kota paling berpolusi selama enam tahun berturut-turut.

Kota-kota lain di sekitar New Delhi, termasuk Faridabad, Loni, Gurugram, Noida, dan Greater Noida, turut menyumbang angka polusi yang signifikan. Di luar India, Pakistan juga menyumbang empat kota dalam daftar tersebut, sedangkan Tiongkok dan Kazakhstan masing-masing memiliki satu kota yang terdaftar. Menariknya, satu-satunya kota di luar Asia yang masuk dalam daftar adalah N'Djamena, ibu kota Chad, yang dinyatakan sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Laporan IQAir ini menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara dan dampak serius dari polusi terhadap kesehatan masyarakat. PM2.5, partikel halus yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, stroke, dan kanker, menjadi fokus utama dalam laporan ini. Standar WHO merekomendasikan ambang batas tahunan PM2.5 sebesar 5 mikrogram per meter kubik, namun banyak kota di Asia jauh melampaui angka tersebut.

Penampakan Polusi Parah yang Cekik Warga New Delhi India
Penampakan polusi parah yang cekik warga New Delhi, India. REUTERS/Anushree Fadnavis

Daftar 20 Kota Paling Polusi di Dunia Tahun 2024

  1. 1. Byrnihat, India
  2. 2. New Delhi, India
  3. 3. Faridabad, India
  4. 4. Loni, India
  5. 5. Gurugram, India
  6. 6. Noida, India
  7. 7. Greater Noida, India
  8. 8. Lahore, Pakistan
  9. 9. Faisalabad, Pakistan
  10. 10. Karachi, Pakistan
  11. 11. Peshawar, Pakistan
  12. 12. Ulaanbaatar, Mongolia
  13. 13. N'Djamena, Chad
  14. 14. Xi'an, Tiongkok
  15. 15. Almaty, Kazakhstan
  16. 16. Dhaka, Bangladesh
  17. 17. Kathmandu, Nepal
  18. 18. Jakarta, Indonesia
  19. 19. Ho Chi Minh City, Vietnam
  20. 20. Manila, Filipina

Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan

Polusi udara yang parah di kota-kota ini tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Menurut laporan tersebut, polusi udara dapat mengurangi harapan hidup penduduk hingga 3-6 tahun di negara-negara dengan tingkat polusi tertinggi. Gejala yang sering dialami oleh penduduk di kota-kota berpolusi meliputi mata perih, jarak pandang yang terbatas, dan debu yang menyelimuti lingkungan. Banyak warga yang merasa terpaksa untuk tidak keluar rumah tanpa masker demi melindungi diri dari dampak buruk polusi.

Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat 18 Dunia Terburuk!
Polusi udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat, menempati peringkat ke-18 dunia terburuk berdasarkan data IQAir, dengan angka PM2.5 yang mengkhawatirkan. © 2025 Antaranews

Penyebab Utama Polusi di Kota-Kota Tercemar

Penyebab utama polusi udara di kota-kota tersebut bervariasi, namun beberapa faktor kunci termasuk:

  1. Pertumbuhan industri yang pesat, terutama di India dan Pakistan.
  2. Penggunaan batu bara sebagai sumber energi utama.
  3. Kemacetan lalu lintas yang parah di kota-kota besar.
  4. Penggundulan hutan yang menyebabkan penurunan kualitas udara.

Seperti yang dinyatakan dalam laporan IQAir, "Kualitas udara yang buruk adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, dan upaya untuk mengatasi masalah ini harus menjadi prioritas bagi pemerintah dan masyarakat."

Kesenjangan Data dan Tantangan Pemantauan Kualitas Udara

Laporan IQAir juga menyoroti adanya kesenjangan data pemantauan kualitas udara di beberapa wilayah, terutama di Asia Tenggara. Keterbatasan ini menghambat upaya untuk mengatasi masalah polusi udara secara efektif. Dengan kurangnya data yang akurat, sulit untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas udara.

Data kualitas udara dapat bervariasi tergantung pada metode pengukuran dan lokasi stasiun pemantauan. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan sistem pemantauan kualitas udara dan memastikan bahwa data yang diperoleh dapat diakses oleh publik untuk meningkatkan kesadaran akan isu polusi udara.

Rekomendasi