Bukan Indonesia, Tiga Negara Ini Cetak Rekor Suhu Terpanas di Asia Tenggara

Suhu panas beberapa waktu belakangan ini sangat terasa di Indonesia, seperti di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Namun ternyata Indonesia tidak termasuk negara dengan suhu terpanas di Asia Tenggara.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bukan Indonesia, Tiga Negara Ini Cetak Rekor Suhu Terpanas di Asia Tenggara
Ilustrasi suhu panas. ANTARA©2023 Merdeka.com

Suhu panas beberapa waktu belakangan ini sangat terasa di Indonesia, seperti di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Namun ternyata Indonesia tidak termasuk negara dengan suhu terpanas di Asia Tenggara.

Laos, Vietnam, dan Thailand mencetak rekor suhu terpanas di Asia Tenggara sepanjang sejarah yang tercatat per Sabtu (6/04).

Suhu tersebut meningkat akibat kabut asap yang intens sehingga tingkat polusi ikut melonjak.

Dilansir laman CNN, Selasa (9/5), para ilmuwan telah lama memperingatkan gelombang panas akan meningkat karena dampak krisis iklim yang disebabkan oleh manusia.

Di Vietnam, suhu udara meningkat hingga 44,2 derajat celcius di distrik utara Tuong Dong. Menurut sejarawan cuaca Maximiliano Herrera, suhu tersebut tercatat yang tertinggi di negara tersebut.

Bulan-bulan terpanas

Sedangkan di Laos, suhu bisa mencapai 43,5 derajat celcius di Kota Luang Prabang. Selain itu, suhu di ibu kota Laos, Vientiane juga mencapai 42,5 derajat celcius. Suhu ini melampaui suhu terpanas bulan lalu yang mencapai 42,7 derajat celcius.

Thailand juga mencapai suhu terpanasnya yang tercatat di Bangkok hingga 41 derajat Celcius.

Melihat fenomena ini, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyatakan keprihatinannya atas suhu ekstrem yang melanda di berbagai bagian di Thailand.

April dan Mei biasanya merupakan bulan-bulan terpanas dalam setahun untuk wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Dalam periode ini, suhu naik sebelum hujan muson tahunan terjadi.

Tiga sampai sepuluh kali lipat

Suhu di seluruh wilayah di atas diperkirakan akan kembali mendekati rata-rata suhu terpanas beberapa hari mendatang.

Akan tetapi, suhu panas ekstrem yang terjadi belakangan ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya, semakin meningkat akibat krisis iklim.

Sebuah studi tahun 2022 menetapkan gelombang panas berbahaya pada suhu 39,4 derajat celcius akan lebih sering terjadi hingga tiga sampai sepuluh kali lipat pada pergantian abad.

Studi tersebut juga mengungkap jika Asia akan mengalami hari panas berbahaya dengan suhu mencapai 51 derajat celcius.

Penulis studi dari Universitas Harvard, Lucas Vargas Zeppetello, mengatakan jika gelombang panas tersebut dikhawatirkan akan sangat mematikan.

"Menurut definisi, kita tidak tahu apa yang bisa terjadi jika populasi besar terpapar tekanan panas dan kelembapan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tetapi gelombang panas dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi, sangat mematikan, dan ada penyebab serius yang perlu dikhawatirkan di masa depan," ungkap Zeppetello.

 

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi