Venezuela Tangkap Mata-Mata AS Dekat Kilang Minyak

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyampaikan pada Jumat, seorang "mata-mata AS" ditangkap saat sedang memata-matai kompleks kilang minyak terbesar di negara tersebut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Venezuela Tangkap Mata-Mata AS Dekat Kilang Minyak
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. AFP

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyampaikan pada Jumat, seorang "mata-mata AS" ditangkap saat sedang memata-matai kompleks kilang minyak terbesar di negara tersebut, yang sedang mengalami krisis kelangkaan bahan bakar parah.

Dalam pidato siaran langsung di televisi nasional, Maduro menyampaikan, pria tersebut ditangkap pada Kamis di negara bagian barat laut Falcon di mana dia sedang memata-matai kilang minyak Amuay dan Cardon.

"Dia seorang angkatan laut, yang bertugas sebagai anggota angkatan laut di pangkalan CIA di Irak," sebutnya, dilansir Aljazeera, Sabtu (12/9).

"Dia ditangkap dengan senjata khusus, dia ditangkap dengan sejumlah besar uang tunai, sejumlah besar dolar dan barang lainnya," lanjut Maduro.

Maduro tak memberikan rincian lebih jauh, tapi mengatakan pria tersebut diperiksa dalam tahanan.

Amuay dan Cardon membentuk Pusat Pengilangan Paraguana, yang memiliki kapasitas pemrosesan nominal 971.000 barel per hari. Keduanya telah mengalami beberapa kali pemadaman dalam beberapa tahun terakhir yang dituding pihak oposisi sebagai kesalahan manajemen dan kurangnya pemeliharaan.

Belum ada komentar dari Kementerian Luar Negeri AS maupun Gedung Putih terkait penangkapan ini.

Kabar dari tersangka mata-mata AS muncul setelah pengadilan Venezuela bulan lalu menghukum dua mantan Baret Hijau AS 20 tahun penjara karena peran mereka dalam serangan yang gagal pada Mei.

Sementara pemerintahan Presiden AS Donald Trump membantah ada hubungannya dengan serangan yang gagal itu. Washington mendukung politikus oposisi Venezuela Juan Guaido yang berusaha menggulingkan Maduro.

Maduro juga menyampaikan, pihak berwenang Venezuela telah membongkar rencana pada Rabu yang bertujuan meledakkan kilang minyak ketiga, El Palito di negara bagian Carabobo. Dia mendesak seluruh pekerja kilang minyak di seluruh negeri untuk berhati-hati dengan serangan.

"Imperium asing jahat ini ingin membalas dendam terhadap Venezuela," ujarnya.

"Tujuannya mencegah Venezuela memproduksi semua produk minyak bumi, bensin."

Terpukul oleh sanksi AS yang memperburuk kekurangan bahan bakar akut, pemerintah pada Jumat mengumumkan inisiatif distribusi bahan bakar baru dan mengatakan sedang merencanakan proyek penyulingan baru, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Industri minyak bumi adalah landasan ekonomi Venezuela seabad yang lalu, tetapi produksi menurun drastis dari 3,2 juta barel per hari yang diproduksi lebih dari satu dekade lalu.

Rekomendasi