Tim penyelamat di Kolombia berpacu dengan waktu setelah gempa terparah di negara itu sepanjang abad ini menewaskan sedikitnya 240 orang dan membuat sekitar 3.000 orang belum diketahui nasibnya. Dikutip dari The Guardian, Rabu (12/8/2026), operasi penyelamatan difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak paling parah.
Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin. Di Cali, salah satu kota yang terkena dampak terparah, petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seorang pria berusia 35 tahun dari reruntuhan sesaat sebelum pukul 04.00 pada Selasa, hampir 24 jam setelah getaran utama.
"Kami menemukan kehidupan di bawah reruntuhan... Setiap menit sangat berarti," tulis dinas pemadam kebakaran di X. Unggahan itu disertai video proses penyelamatan seorang korban yang tertimbun di bawah balok beton.
Advertisement
Evakuasi Panjang di Cali: 16 Jam Selamatkan Diana
Pada Selasa sore, tepuk tangan spontan pecah ketika regu penyelamat berhasil mengeluarkan seorang perempuan berusia 31 tahun bernama Diana Troncoso setelah upaya selama 16 jam tanpa henti.
"Keluar dari sana adalah sebuah mukjizat," kata ayah Diana, Álvaro Troncoso Torres, kepada wartawan dari surat kabar lokal El País saat berdiri di dekat bangunan yang telah hancur.
Selain itu, warga sipil dilaporkan menarik sedikitnya lima orang yang selamat dari sebuah hotel yang sebagian strukturnya runtuh. Di lokasi lain, jenazah sejumlah korban terlihat tergeletak di jalan dan ditutupi kain. Di Cali, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 95 kematian.
Advertisement
Respons Pemerintah Kolombia Usai Gempa
Beberapa jam setelah guncangan, Presiden De la Espriella menetapkan status darurat dan menyatakan akan memimpin langsung penanganan bencana. Ia mengunjungi Departemen Chocó sebelum kemudian menuju Cali untuk meninjau kondisi.
Pemerintah juga mengirimkan tim yang dipimpin sejumlah menteri dari kabinet baru ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah. Otoritas menyampaikan pembaruan secara berkala mengenai situasi di lapangan dan kebutuhan mendesak.
Kerusakan di Kolombia tampak lebih kecil dibandingkan guncangan di Venezuela pada 24 Juni yang lebih dangkal dan lebih destruktif. Di Venezuela, dua gempa yang mengguncang pantai utara menewaskan sedikitnya 6.300 orang. Dalam 72 jam pertama yang krusial, para penyintas menyebut pejabat pemerintah dan pasukan keamanan tidak terlihat, kondisi yang banyak dikaitkan dengan krisis ekonomi berkepanjangan, korupsi, salah kelola angkatan bersenjata, serta sanksi asing.
Sejauh ini, respons resmi pemerintah Kolombia dinilai lebih terorganisasi, proaktif, dan transparan dibandingkan Venezuela, di mana warga kerap harus menggali reruntuhan sendiri untuk mencari korban. Para pakar menilai perbedaan respons kedua negara terkait erat dengan kondisi politik yang sangat berbeda.