Sebanyak 125 pohon bonsai dari 25 varietas dinyatakan sehat layak ekspor ke Belanda menggunakan jalur kapal. Ratusan bonsai produk budidaya dari Semarang selama ini dikembangbiakan untuk kebutuhan pasar luar negeri.
Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Barantin Jawa Tengah, Heri Widarta mengatakan, ratusan bonsai ini dinyatakan sehat, berdaun segar dan tidak ditemukan gejala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
"Jadi bonsai yang diekspor ke Belanda juga mengantongi dokumen Phytosanitary Certificate sebelum berlayar menggunakan kapal melalui Pelabuhan Tanjung Emas," kata Heri Widarta, Sabtu (26/9).
Dukungan penuh dari Karantina Jawa Tengah memastikan bahwa komoditas ekspor tidak hanya unggul dari segi keindahan seni visual, tetapi juga terjamin aman secara kualitas hayati di pasar global.
"Jadi, peluang ekspor ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani milenial dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan standar budidaya tanaman," ujar Heri.
Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Barantin Jawa Tengah juga tidak lupa menerapkan sistem in-line inspection mulai dari asal tanaman bonsai dari petani, penggantian media tanam, perlakuan, penyiraman, penyimpanan dalam screen house hingga tahap pemuatan (stuffing) siap ekspor.
Keunikan bonsai tropis asal Jawa Tengah jadi incaran daya tarik pasar global ciri khas tanaman bonsai yang tidak dijumpai tanaman hias biasa seperti bentuk mungil, kerdil, mini, batang kokoh, lekukan yang artistik, penirusan daun secara professional, jenis tanaman bonsai tertentu tetap dapat tumbuh bunga dan buah asli layaknya pohon normal, varietas khas tropis tidak ditemukan di daratan Eropa.
Dia mengingatkan bahwa persyaratan fitosanitari dari negara tujuan mengharuskan adanya jaminan kesehatan tanaman bonsai. Persyaratan masuk pasar Eropa, khususnya Belanda, mewajibkan tanaman bebas dari hama penyakit tumbuhan.
"Keberhasilan tembusnya komoditas ini membuktikan bahwa tanaman hias asal Jawa Tengah memiliki kualitas seni tinggi serta daya saing yang kuat di pasar Uni Eropa," pungkasnya.
Advertisement