Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim mendapat penghormatan selama menghadiri KTT NATO di London, kendati beredar video viral yang menunjukkan empat kepala negara menertawainya karena lamanya menggelar konferensi pers.
Dalam cuitannya di Twitter, Trump menyebut kunjungannya ke London sangat sukses, kendati KTT tersebut diwarnai dengan munculnya video viral tersebut dan juga ketegangan antara Trump dengan beberapa kepala negara sekutu AS termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
"Media berita palsu melakukan segala hal yang memungkinkan untuk meremehkan kunjungan saya yang SANGAT sukses ke London untuk NATO. Saya bergaul dengan pemimpin hebat NATO, bahkan membuat mereka membayar USD 130 miliar dalam setahun & USD 400 miliar setahun dalam tiga tahun," cuitnya.
"Tidak ada peningkatan untuk AS, hanya rasa hormat yang dalam!" lanjutnya, dilansir dari laman The Independent, Kamis (5/12).
Dalam video viral tersebut yang awalnya disebarkan biro kantor berita Kanada itu, Macron dan Trudeau terlihat membahas lamanya konferensi pers yang diselenggarakan Trump sembari menikmati minuman mereka di Istana Buckingham, bersama dengan Perdana Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, dan Putri Anne.
"Apakah itu yang membuat Anda terlambat?" tanya Boris Johnson kepada Macron dalam video tersebut, merujuk pada debat sengit Trump dan Macron terkait ISIS selama konferensi pers bersama pada hari Selasa.
"Dia terlambat karena dia menyelenggarakan konferensi pers selama 40 menit," kata Trudeau.
"Anda menyaksikan timnya saja sangat kaget," lanjutnya.
Video kepala negara bergosip:
Advertisement
Ketika ditanya soal video tersebut pada Rabu saat pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Trump menyebut Trudeau bermuka dua.
"Dia bermuka dua," ujarnya.
Trump tiba-tiba membatalkan rencana konferensi pers pada Rabu, setelah video viral tersebut.
Trump juga mengumumkan di Twitter dia tak akan menghadiri konferensi pers yang telah dijadwalkan di akhir KTT NATO.
"Karena kita sudah cukup sibuk dalam dua hari terakhir," ujarnya. Trump juga mengatakan akan segera kembali ke AS.