Penembakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Munich dan menewaskan 9 orang rupanya dilakukan oleh seorang pemuda berkewarganegaraan Jerman dan Iran. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, pelaku yang bernama Ali Sonboly tidak memiliki kaitan dengan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dilansir dari Sky News, Sabtu (23/7), hasil investigasi menemukan pistol Glock 9 milimeter dengan 300 peluru dalam tas gendong pelaku.
"Kami menemukan pistol Glock 9 milimeter dan 300 butir peluru dalam tas pelaku," ujar petugas kepolisian.
Sonboly merupakan warga Munich. Dari penyelidikan polisi diketahui pemuda ini memang lahir dan besar di kota terbesar di negara bagian Bayern, Jerman.
Meski tidak ada kaitan dengan ISIS, namun kelompok teror tersebut memuji 'hasil kerja' Sonboly yang menewaskan sembilan orang remaja.
"Terima kasih Tuhan, semoga Tuhan membawa kemakmuran kepada orang-orang kami (ISIS)," tulis sebuah akun Twitter berbahasa Arab yang selalu mencuitkan aroma radikal.
Meski masih dalam penyelidikan lebih lanjut, namun aksi Sonboly diduga sudah direncanakan. Pasalnya, salah seorang saksi mata mengaku para remaja di sana mendapat promo burger gratis dari restoran cepat saji McDonalds.
"Saya dan teman-teman saya memang janjian untuk bertemu di McDonalds karena kami melihat ada promo burger gratis dan penawaran spesial yang berlaku khusus hari ini hingga pukul 4 sore," seru saksi mata tersebut.
Setelah diselidiki polisi, akun Facebook palsu tersebut buatan pelaku insiden ini.