Eric Rasch dipecat dari posisinya sebagai Perwira Angkatan Laut Amerika Serikat karena sembrono memasuki perairan Iran sampai tertangkap. Pria berpangkat komodor itu melakukan kesalahan navigasi yang tak perlu, memicu ketegangan diplomatik kedua negara.
Insiden tertangkapnya Rasch bersama delapan anak buahnya terjadi pada 12 Januari lalu. Dia seharusnya memipin kapal patroli jenis Riverine milik Angkatan Laut AS dari Kuwait menuju pangkalan armada internasional ke-5 di Bahrain.
Namun karena kekeliruan navigasi, dua kapal yang dipimpin Rasch justru ditangkap patroli Garda Revolusi Iran (IRGC) dekat Kepulauan Farsi.
Seorang petinggi US Navy menyatakan Rasch dibebastugaskan karena dianggap sudah melakukan kekeliruan fatal sebagai perwira dua kapal tersebut.
"(Rasch) gagal menunjukkan kepemimpinan yang efektif, tidak menaati prosedur, serta tak berhasil menjaga standar dalam unit yang dipimpinnya," kata pejabat yang menolak disebut namanya itu, seperti dilansir the Daily Mail, Jumat (13/5).
Rasch adalah satu-satunya perwira yang dipecat setelah insiden penangkapan itu. Namun, informasi lain menyatakan beberapa prajurit di kapal yang sama mendapat hukuman disiplin.
Sembilan pelaut US Navy itu ditahan selama 16 jam, sampai akhirnya Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry meminta Iran membebaskan mereka.
Ali Fadavi, Laksmana Utama Angkatan Laut Iran mengatakan hasil penyelidikan memperlihatkan kapal Amerika memasuki perairan Iran karena masalah teknis.
"Bukan lantaran kegiatan mata-mata atau tujuan kekerasan," ujarnya beberapa jam setelah insiden.
Televisi nasional Iran, IRIB, merilis rekaman saat 10 marinir Amerika Serikat dari dua kapal perang ditahan Garda Revolusi akibat melanggar wilayah perairan mereka. Salah satu tentara AS kemudian meminta maaf di hadapan kamera.
"Kami melakukan kesalahan dan kami meminta maaf untuk itu," ujar marinir yang tak disebut namanya itu seperti dilansir ABC News. Pentagon yang malu atas insiden itu menuding Iran memaksa para prajurit untuk meminta maaf.