Pemerintah Amerika Serikat mengusulkan ide agar semakin banyak warganya yang bergabung dengan militer. Kementerian Pertahanan (Pentagon) mengaku mengkaji rencana untuk membekukan sperma dan sel telur personelnya sebagai insentif.
Pentagon beralasan program tersebut memudahkan personelnya memiliki anak. Menurut Pentagon, para tentara bakal lebih rela terluka jika ada jaminan mereka tetap mampu memiliki anak seandainya cedera parah selama bertugas di wilayah konflik.
Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mendukung program ini. Menurut dia, program pembekuan sel telur dan sperma ini nanti dapat membantu anggota militer untuk bereproduksi.
"Kami dapat membantu semua anggota baik pria maupun wanita agar mereka bisa memastikan kemampuan membentuk keluarga, bahkan saat mereka mengalami luka perang," ujar Carter akhir pekan lalu, seperti dilaporkan The New York Times.
Carter sendiri mengatakan Kementerian Pertahanan AS akan menanggung seluruh biaya pembekuan sel tersebut untuk program anggota aktif.
Dari data Kementerian Pertahanan AS, anggota militer Negeri Paman Sam di bawah 26 tahun mencapai separuh jumlah keseluruhan. Sementara, untuk usia 26 ke atas hanya sekitar 22 persen.
Meski demikian, para ahli mengatakan pembekuan sel reproduksi tidak bisa semudah itu. Banyak yang harus dipikirkan untuk membekukan sel-sel itu.
"Pembekuan sperma dan sel telur tidak seperti membekukan ayam untuk makan malam. Banyak yang harus dipertimbangkan baik buruknya," kataArthur Caplan,profesor bioetika dari Universitas Pusat Kesehatan Langone New York.
Dia menyarankan Pentagon harus menginformasikan pada anggota mereka mengenai program ini. Sebab, lanjut Caplan, pembekuan sel telur tidak selalu berhasil dan bahkan dapat menyebabkan komplikasi.
Seorang juru bicara Pentagon sendiri menolak menjawab mengenai hukum dan etika dari pembekuan sel reproduksi ini. Menurutnya, program ini memo dari Carter dan dapat dievaluasi lagi dalam dua tahun mendatang.