Abdullah Kurdi merupakan ayah dari Galip dan Aylan Kurdi, bocah tiga tahun yang ditemukan tewas di pinggir pantai Turki. Dia kini jadi sorotan publik lantaran foto anaknya yang ditemukan terbujur kaku di pantai.
Imigran ini juga disorot karena terkatung-katung mencari hidup yang layak dan jauh dari konflik.
"Saat itu kapal terbalik. Saya yang memegang kemudi kapal. Gelombang tinggi yang buat kapal kami terbalik. Saya langsung berusaha menyelamatkan anak istri saya, namun sayang anak saya tidak tertolong," ujar dia memulai cerita, seperti dilansir dari Al Arabiya, Jumat (4/9).
Dia mengatakan ingin mencari hidup layak di Eropa. Sebelumnya mereka ditolak dari Kanada.
"Kami keluar dari Suriah untuk mencari hidup yang aman. Sebelumnya kami tidak diterima di Kanada," lanjut dia.
Dia bisa memegang kendali setelah kapten kapal melompat ke laut karena gelombang yang tinggi.
"Kapten kapal panik karena gelombang tinggi, jadi dia lompat meninggalkan kami semua terombang ambing," tuturnya.
Abdullah merasa sedih anak-anaknya tidak berhasil dia selamatkan. Dia mengatakan gelombang yang amat besar yang memisahkan mereka.
"Anak-anak adalah harta saya. Dan saya sedih kehilangan mereka," ucapnya.
Foto dua anak Abdullah Kurdi yang meninggal menjadi sorotan publik sejak kemarin. Foto tersebut amat menyentuh hati para netizen di berbagai sosial media.'
Para netizen meminta negara-negara di Eropa dapat menampung para pengungsi ini. Ucapan duka cita banyak ditujukan netizen untuk keluarga kedua bocah ini.
"Selamat jalan Galip dan Aylan, semoga kalian tenang di sana," cuit salah seorang netizen di akun berbagi Twitternya.