Usai 6 Bulan Disandera, ABK MT Honour Pulang: Kondisi Korban Terungkap

Empat ABK MT Honour pulang ke Soekarno-Hatta usai 6 bulan disandera perompak Somalia. Satu korban terluka tembak. Menlu jelaskan proses pembebasan.

Pramita Tristiawati
Oleh Pramita Tristiawati - Reporter
Usai 6 Bulan Disandera, ABK MT Honour Pulang: Kondisi Korban Terungkap
4 ABK tangker MT Honour asal Indonesia yang Sempat disandra 6 Bulan Oleh Perompak Somalia tiba di Bandara Soetta. (Liputan6.com/ Pramita Tristiawati)

Empat anak buah kapal (ABK) tanker MT Honour yang sebelumnya disandera perompak Somalia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (6/10/2026).

Keempatnya adalah Kapten Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal sebagai Second Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Kondisi Fiki terlihat paling memprihatinkan. Ia duduk di kursi roda akibat luka tembak yang dilakukan perompak Somalia selama enam bulan penyanderaan di atas kapal.

Setibanya di Gedung VIP Terminal 3, Kementerian Luar Negeri mempertemukan para ABK dengan keluarga mereka. Suasana haru mewarnai pertemuan itu, bahkan seorang ibu pingsan karena tidak kuat menahan emosi.

Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menyebut keempat ABK kembali ke Tanah Air setelah menjalani masa yang sangat sulit selama enam bulan di atas kapal. Ia menjelaskan, "Mereka disandra selama 6 bulan oleh perompak Somalia. Persisnya pada tanggal 29 September lalu, dengan suatu kerja sama operasi oleh pemerintah dari negara bagian Somalia, Galmudug, para saudara-saudara kita berhasil dibebaskan," ujar Nasir.

Upaya Diplomasi untuk Pembebasan ABK

Dalam proses pembebasan tersebut, pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Dari total 17 ABK di kapal, empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia, sementara yang lain berasal dari India, Pakistan, dan Myanmar.

Menlu Arrmanatha Nasir menjelaskan perlunya koordinasi lintas negara dalam operasi ini. "Sehingga koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan pemerintah Somalia dan juga pemilik kapal, tetapi juga dengan pemilik kapal dan pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal," kata Arrmanatha Nasir.

Pada akhirnya, seluruh awak kapal dari berbagai negara berhasil dibebaskan.

Rekomendasi