Undi darurat dua seteru

Pemilu hari ini bakal menentukan nasib karier politik Najib dan Anwar.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Undi darurat dua seteru
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (reuters.com)

Jalan menuju lokasi kampanye pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim di Seberang Jaya, Negara Bagian Penang, kemarin malam lumayan padat merayap, seperti dilaporkan wartawan merdeka.com Faisal Assegaf dari Penang.

Kondisi serupa sangat mungkin terjadi di Padang Sera, Jerlun, Negara Bagian Kedah, tempat mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad bersama putranya, Mukhriz, merayu pemilih.Kedua tokoh berseteru ini terpisah hampir tiga jam dengan perjalanan bermobil. Tapi mereka sama dalam soal niat sekaligus ambisi. Kampanye hari terakhir ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya buat menggaet suara. Lebih meyakinkan lagi penyokong dan menarik massa mengambang. Permusuhan bermula pada 1998. Mahathir memecat Anwar dari jabatan wakil perdana menteri sekaligus menteri keuangan lantaran dituduh terlibat korupsi dan bersodomi. Pentolan PKR (Partai Keadilan Rakyat) ini mendekam enam tahun di Penjara Kemunting, Negara Bagian Perak. Tiga tahun lalu, Pengadilan Tinggi memutuskan dakwaan sodomi tidak terbukti. Kasus serupa diajukan bekas asisten pribadinya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, juga bernasib sama. Pemilihan umum ke-13 ini diyakini bakal berlangsung sangat ketat. Lembaga jajak pendapat Merdeka Center kemarin melansir hasil survei mereka soal pilihan pemilih. Hasilnya, Pakatan Rakyat terdiri dari PKR, PAS (Partai Islam se-Malaysia), dan DAP (Partai Aksi Demokratik) meraup 42 persen sokongan. Hanya unggul satu suara dari Barisan Nasional dikomandoi oleh UMNO (Organisasi Bangsa Melayu Bersatu), MCA (Asosiasi Malaysia-China), dan MIC (Kongres Malaysia-India). Tapi bukan itu perkaranya. Anwar dan Najib sama-sama harus menang buat menyelamatkan karier politik pribadi dan kelompok mereka. Anwar berjanji bakal mundur dari panggung membesar namanya ini jika gagal menggulingkan penguasa. "Saya memang akan mundur kalau gagal menumbangkan rezim berkuasa. Pemilu nanti merupakan taruhan terakhir saya," katanya kepada merdeka.com, Juli tahun lalu. Bila ini menjadi kenyataan, Pakatan Rakyat bakal celaka. Kesepakatan bergabung ketiga partai pembangkang itu sangat mungkin berakhir. Sebab Anwar merupakan tokoh pemersatu. Mundurnya Anwar dari politik bakal makin menguatkan dominasi Barisan Nasional telah berkuasa sejak Malaysia merdeka 56 tahun lalu. Dia tidak bisa digantikan oleh pentolan PAS yang berhaluan Islam garis keras dan ingin menerapkan syariat Nabi Muhammad di negara itu. DAP yang berbasis etnis China tidak akan setuju. Meski menguasai ekonomi negara, memilih politikus berdarah Tionghoa juga mustahil karena bakal ditentang etnis Melayu yang dominan. Sulit mencari figur pengganti Anwar di kubu oposisi. Dia satu-satunya politikus mampu menggerakkan ribuan rakyat Malaysia turun ke jalan. Ini menjadi demonstrasi besar pertama sepanjang sejarah Negeri Melayu ini. Putrinya, Nurul Izzah, masih terlalu muda dan belum berpengalaman. Apalagi, untuk negara Islam seperti Malaysia, perempuan bakal sulit diterima menjadi perdana menteri.Najib pun menghadapi kecemasan sama. Kalau kalah, dia bakal menanggung aib terbesar dalam hidupnya. Sebab, dia bakal dikenang sebagai perdana menteri gagal lantaran membiarkan oposisi berkuasa untuk pertama kalinya di Malaysia. Mundur seperti dilakoni Abdullah badawi setelah kemenangan besar Pakatan rakyat pada pemilihan umum lima tahun lalu tidak bisa mengobati rasa kecewa kaum Melayu.Nasib Anwar dan Najib bakal ditentukan hari ini oleh sekitar 13,3 juta pemilih.

Rekomendasi