Jual agama di pentas politik

Penguasa dan oposisi Malaysia sama-sama menjadikan agama sebagai isu buat menghancurkan lawan politik.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Jual agama di pentas politik
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat berkampanye buat Barisan Nasional di Kampung Putat, Jerlun, Negara Bagian kedah, Sabtu (4/5). (merdeka.com/faisal assegaf)

Masalah agama menjadi isu utama buat memperburuk citra lawan politik. Ini terlihat dalam dua pekan pelaksanaan kampanye pemilihan umum ke-13 di Malaysia. Praktek buruk ini juga dilakoni oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad hari ini berkampanye di Kampung Putat, Jerlun, Negara Bagian Kedah. mencela omongan Nik Aziz yang mengklaim PAS itu identik dengan Islam dan Islam adalah PAS. Dia menegaskan itu sikap takabur. "Kalau ada dalam kitab-kitab karya ulama silam sebut macam itu, saya akan masuk PAS," ujarnya disambut tawa para pendukungnya, seperti dilaporkan wartawan merdeka.com Faisal Assegaf dari Kampung Putat, Sabtu (4/5). Masalah agama ini juga menghiasi halaman depan surat kabar Utusan Malaysia terbitan hari ini. Koran pendukung Barisan Nasional yang berkuasa hari ini menulis soal pertemuan Perdana Menteri Najib Razak dengan seorang pemimpin pondok kemarin saat berkampanye di Tumpat, Negara Bagian Selangor. "Beliau beritahu bila kata PAS (Partai Islam se-Malaysia) itu Islam dan Islam itu PAS, ini kemungkaran akidah besar," ujar Najib. Kelompok oposisi juga berlaku serupa kemarin selepas salat subuh berjamaah di Stadion Sultan Mahmud IV di Kota Bharu, Negara Bagian kelantan. Pemimpin PAS Nik Abdul Aziz Nik Mat memimpin doa buat kehancuran Barisan Nasional.Dalam doanya, dia mengadu kepada Allah sudah tidak sanggup lagi menjaga Islam di Malaysia, terutama Kelantan lantaran pelbagai serangan dari rezim berkuasa. "Hancurkanlah mereka sebagaimana hancurnya tentara Abrahah seperti daun kayu dimakan ulat."Khatib Masjid Negara Amru Alhaz Adnan dalam khutbah Jumat pekan ini memperingatkan umat Islam di negara jiran itu agar memilih pemimpin mengutamakan kebaikan dan tidak menggadaikan Islam. "Sekiranya tidak dilaksanakan niscaya masa depan negara akan hancur," tuturnya. Amru tidak mengisyaratkan siapa pemimpin bisa memelihara Islam di negara jiran itu. Apakah Perdana menteri najib Razak atau pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.Pastinya, cuma satu di antara keduanya bakal menjadi pilihan sekitar 13,3 juta warga Malaysia besok.

Rekomendasi