Dalam beberapa pekan terakhir menjelang kematian Presiden Venezuela Hugo Chavez, Wakil Presiden Nicolas Maduro tampak semakin sering meniru gerak-gerik Chavez.Dalam beberapa kesempatan di depan publik Maduro semakin sering meniru gaya bicara dan gaya berpidato Chavez. Dia juga sering mengulang slogan "Saya Chavez" kepada khalayak, seperti dilansir surat kabar the New York Times, Kamis (7/3).Seperti Chavez, wakil presiden berusia 50 tahun itu kerap menyerang kelompok oposisi dan memperingatkan rakyat akan adanya rancangan misterius yang membahayakan negara. Dia bahkan mengartikan kematian Chavez karena kanker akibat perbuatan Amerika Serikat.Setelah kematian Chavez kemarin, muncul pertanyaan apakah Maduro akan terus meniru gaya kepemimpinan Chavez atau dia akan membuat gaya sendiri."Dia tak bisa hanya sekadar menunjuk dada sendiri dengan mengatakan saya adalah Chavez kecil jadi kalian harus mengikuti saya," kata pengamat politik Maxwell A. Cameron dari Universitas British Columbia di Vancouver, Kanada.Beberapa kalangan menilai kemungkinan Maduro akan menggantikan Chavez sebagai presiden berikutnya dan apakah Maduro akan mempererat hubungan dengan Amerika.Meski Chavez tampak selalu bersebrangan dengan Amerika namun dia selama ini terus menjalin hubungan kedua negara melalui sektor perdagangan minyak yang semakin kuat. Sejumlah diplomat Amerika dan pengamat menilai Chavez adalah seorang pragmatis dan terkadang bombastis. Sebagian kalangan berharap jika Maduro menggantikan Chavez maka dia juga akan lebih pragmatis."Saya kenal Maduro. Dia seorang yang pragmatis," kata mantan anggota parlemen dari Massachusetts, Amerika.
Nicolas Maduro sering tiru gaya Chavez
Di depan publik Maduro semakin sering meniru gaya bicara dan gaya berpidato Chavez.
Advertisement
Rekomendasi