Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro jauh-jauh hari sudah disebut bakal menggantikan Hugo Chavez yang meninggal kemarin. Sebelum berangkat menjalani operasi kanker di Ibu Kota Havana, Kuba, Desember tahun lalu, Presiden Hugo Chavez pernah menyebut menginginkan Maduro menggantikan posisinya jika dia tidak mampu lagi menjadi presiden. Kini Chavez telah mangkat. Presiden 58 tahun itu meninggal lantaran penyakit kanker. Chavez seharusnya diambil sumpah keempat kalinya untuk menjabat presiden Venezuela pada 10 Januari lalu. Namun karena masih menjalani perawatan di Kuba Chavez tak bisa diambil sumpahnya.Menurut konstitusi Venezuela, jika presiden meninggal sebelum menjabat, pemilihan umum baru harus dilakukan dalam waktu 30 hari.
Dalam survei dilakukan oleh lembaga lokal Hinterlaces baru-baru ini jika pemilihan umum dilaksanakan maka Maduro bisa meraup sebanyak 50 persen suara dibanding kandidat berusia 40 tahun dari oposisi Henriques Capriles hanya 36 persen.Siapakah Maduro? Chavez selama ini menilai Maduro merupakan sosok pemimpin hebat yang bisa melanjutkan kepemimpinannya. Maduro memulai karier politiknya ketika dia menjadi pemimpin serikat pengemudi bus pada 1980-an. Namanya semakin mencuat seiring Chavez menjabat presiden pada 1998. Lelaki berusia 50 tahun ini sempat menjabat Menteri Luar Negeri pada 2006.Sebagian kalangan menilai Maduro merupakan otak di balik beberapa keputusan radikal pemerintah Venezuela yang anti imperialis.Tak hanya Capriles yang mungkin akan menggantikan Chavez. Tapi Ketua Majelis Nasional (parlemen Venezuela) Disdado Cabello juga menjadi calon kuat, seperti dilansir surat kabar the New Yorker Januari lalu. Maduro dan Cabello keduanya sama-sama menolak chavismo, nasionalisme sayap kiri ala Chavez. Chavez telah menjadikan Venezuela seperti perusahaan di mana dia sebagai bos yang menentukan segalanya, termasuk urusan kecil. Namun Cabello adalah kebalikan dari Maduro. Dia pensiunan angkatan darat dan bersikap keras. Cabello membantu Chavez menutup stasiun televisi komersial RCTV lantaran dianggap terkait kelompok pembangkang. Cabello memiliki hubungan erat dengan militer yang ikut membantu Chavez berkuasa.Keduanya bakal bersaing. Angkatan darat yang mendukung Chavez sejak awal adalah kaum sosialis namun tidak suka Kuba. Sedangkan Maduro berkiblat kepada rezim Castro itu. Lalu siapa yang akan menggantikan Chavez dan meneruskan kepemimpinan negeri berpenduduk 29 juta jiwa itu? Keputusan kini berada di tangan rakyat Venezuela sendiri.