Jenazah Arafat diotopsi Selasa mendatang

Sejumlah ahli dari Swiss, Prancis, dan Rusia akan tiba di Ramalah, Tepi Barat, untuk mengambil sampel dari tulang.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Jenazah Arafat diotopsi Selasa mendatang
Yasser Arafat. ©Reuters

Jenazah mendiang Presiden Otoritas Palestina pertama sekaligus ikon perjuangan bangsa itu, Yasser Arafat, akan diotopsi, Selasa 27 November mendatang untuk menyelidiki penyebab kematiannya.

Situs Huffington Post melaporkan, Minggu (25/11), Tauwfik Tirawi, ketua tim penyelidik kematian Arafat menyatakan, Selasa mendatang sejumlah ahli dari Swiss, Prancis, dan Rusia akan tiba di Ramalah, Tepi Barat, untuk mengambil sampel dari tulang jenazah pria yang wafat di usia 75 tahun.

Setelah itu, Arafat akan kembali dikebumikan hari itu juga dengan upacara penghormatan militer. Namun pelaksanaan penguburan itu akan ditutup bagi publik.Tirawi tidak memastikan kapan hasil penyelidikan itu akan diumumkan. Dia hanya menyebutkan upaya pembuktian kematian itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Pemerintah Otoritas Palestina awal bulan ini telah menutup dan membongkar makam Arafat untuk persiapan penyelidikan itu.

Janda Arafat, Suha, sebelumnya telah meminta pengadilan di Prancis memerintahkan penyelidikan mengenai sebab kematian suaminya itu.

Arafat meninggal pada usia 75 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Militer Van de Grace di Ibu Kota Paris, Prancis. Para dokter yang menangani dirinya mengungkapkan ayah satu putri ini menderita AIDS, penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh akibat virus HIV.

Penyelidikan selama sembilan bulan yang diumumkan Juli lalu menyebutkan uji laboratorium terhadap barang-barang pribadi Arafat, seperti pada pakaian, sikat gigi, hingga kafiyeh - menunjukkan terdapat jejak polonium dengan kadar melebihi batas aman.

Kandungan zat radioaktif berbahaya dan jarang itu telah mencemari darah, keringat, ludah, dan air kencing Arafat. Tes itu dilakukan para ahli patologi tersohor di the Institut de Radiphysique di Kota Lausanne, Swiss.Tim medis menemukan kandungan polonium itu sepuluh kali lipat dari batas aman.

Rekomendasi