Ratusan Orang Tewas dan Luka-Luka, Demonstrasi di Irak Makin Panas

Minggu, 10 November 2019 19:37 Reporter : Merdeka
Ratusan Orang Tewas dan Luka-Luka, Demonstrasi di Irak Makin Panas Demo Irak. ©2019 REUTERS

Merdeka.com - Organisasi Hak Asasi Manusia Irak menyebutkan, pada Sabtu (9/11), ratusan orang telah tewas dan puluhan ribu lainnya terluka sepanjang gelaran aksi protes anti-pemerintah sejak Oktober di seluruh Irak.

Dikutip dari UPI pada Minggu (10/11), Komisioner Tingkat Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat prihatin dengan jatuhnya korban, tidak hanya dari pihak demonstran tapi juga dari pihak keamanan.

"Jumlah korban yang tepat mungkin jauh lebih tinggi," ujar pihak PBB.

"Mayoritas korban telah jatuh dari penggunaan amunisi langsung oleh pasukan keamanan dan elemen-elemen bersenjata, yang digambarkan banyak orang sebagai kelompok-kelompok milisi swasta, serta penggunaan senjata-senjata yang kurang mematikan yang tidak perlu, tidak proporsional atau tidak tepat seperti gas air mata," tambahnya.

Pada Jumat (8/11), dua orang terbunuh di kota Basra Selatan selama protes kekerasan. Demonstrasi telah terjadi di Baghdad, Dhi Qar dan Karbala. IHCHR dalam sebuah pernyataan mengatakan, pihaknya menyerukan semua pihak mengakhiri pertumpahan darah dan mempertahankan demonstrasi damai.

"Ketika IHCHR menegaskan jaminan konstitusional atas kebebasan berpendapat, demonstrasi dan pertemuan damai serta kebutuhan untuk menyatukan tuntutan yang sah untuk melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia di Irak," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Peluru Ditembak ke Demonstran

Human Rights Watch mengatakan, sejumlah peluru ditembakkan langsung ke pengunjuk rasa di Baghdad. Laporan CNN, protes kali ini diyakini sebagai yang terbesar sejak jatuhnya mantan Presiden Irak Saddam Hussein pada 2003. Demonstran menginginkan pemilihan awal karena korupsi, pengangguran dan layanan dasar yang tidak memadai.

Pada 31 Oktober, Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi setuju untuk mengundurkan diri dengan syarat seorang penggantinya setuju untuk menggantikannya, Presiden Barham Salih mengatakan dalam pidato televisi kepada negara tersebut. Dalam upaya untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah telah mengupayakan segala kekuatan termasuk memberlakukan jam malam dan mematikan Internet.

Demonstran membantah pernyataan pemerintah bahwa personel hanya menembak ketika diserang. "Kami mendesak pemerintah Irak untuk memastikannya mematuhi kewajibannya untuk melindungi pelaksanaan hak untuk berkumpul secara damai," kata badan UN.

"Ini berarti mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi demonstran dari unsur-unsur bersenjata, serta mengeluarkan instruksi yang jelas kepada pasukan keamanan untuk mematuhi norma-norma dan standar internasional tentang penggunaan kekuatan, termasuk misalnya, larangan eksplisit penembakan tabung gas air mata secara langsung di demonstran," tambahnya.

Dewan Kehakiman Tinggi di Irak telah menyatakan Undang-Undang Anti-Terorisme Federal akan berlaku terhadap mereka yang menggunakan kekerasan, menyabotase properti publik dan menggunakan senjata api terhadap pasukan keamanan. Ini adalah tindakan terorisme yang dapat dihukum mati. PBB 'terganggu' dengan pernyataan dewan.

"Kami menyerukan kepada pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas menuju dialog yang bermakna di Irak, untuk mengambil persediaan dari banyak keluhan dan bekerja dengan berbagai pelaku menuju resolusi berkelanjutan untuk banyak tantangan yang dihadapi Irak," kata badan PBB tersebut. "Kami siap membantu,"

Reporter: Windy Febriana
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Sekjen PBB Kecam Tindakan Aparat Irak Tembakkan Peluru Tajam ke Demonstran
Dalam 24 Jam Aparat Keamanan Irak Tembak Mati 13 Demonstran
Temukan Tempat Aman di Irak, Militan ISIS Sedang Bangun Kekuatan untuk Bangkit Lagi
Sentimen Anti-Iran Diam-diam Mulai Tumbuh di Irak
Sederet Keraguan Seputar Kematian Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Topik berita Terkait:
  1. Irak
  2. Demo
  3. Demonstrasi
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini