Menteri Israel Akhirnya Terang-Terangan Sebut Bebaskan Tawanan di Gaza Tidak Penting

Pernyataan itu membuat keluarga tawanan dan publik Israel murka.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Menteri Israel Akhirnya Terang-Terangan Sebut Bebaskan Tawanan di Gaza Tidak Penting
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, seorang nasionalis Yahudi, berpendapat bahwa gagasan kebangsaan Palestina ditemukan pada abad yang lalu sebagai respons atas gerakan Zionis untuk (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memancing kemarahan publik setelah menyatakan pembebasan tawanan ‘tidak penting’.

Pernyataan Smotrich memicu reaksi keras masyarakat Israel setelah ia menyatakan bahwa pembebasan tawanan Israel di Gaza “bukanlah hal penting” bagi pemerintah.

Kemarin, ia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio Galey Israel bahwa “masalah Gaza” harus dihilangkan. Ia mengutip hal ini sebagai “kesempatan luar biasa.”

Smotrich meyakini berakhirnya masa jabatan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, serta runtuhnya karier politik pesaing seperti Yoav Gallant dan Herzi Halevi membuka jalan baru. Menurutnya, tidak ada lagi hambatan untuk menerapkan kebijakan garis keras Israel di wilayah Gaza, Palestina.

Keluarga tawanan merasa 'malu'

Bezalel Smotrich Sebut Israel Masa Depan Mencakup Palestina hingga Suriah dan Arab Saudi
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. (Dok. Gil Cohen-Magen/Pool via AP) © 2024 Liputan6.com

“Kami harus mengatakan yang sebenarnya, pengembalian tawanan bukanlah hal terpenting,” kata dia seperti dikutip Middle East Eye, Selasa (22/4).

“Ini jelas merupakan tujuan yang sangat penting, tetapi jika ingin mencegah peristiwa seperti 7 Oktober terulang, Hamas harus benar-benar disingkirkan dari Gaza,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan Smotrich, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang merespons dengan mengatakan, “Para keluarga hanya punya satu kata pagi ini, ‘Malu.’ Tapi setidaknya dia mengungkapkan kebenaran pahit kepada publik. Pemerintah ini secara sengaja memutuskan untuk menelantarkan para tawanan.”

“Menteri Smotrich, sejarah akan mengingat bagaimana Anda mengeraskan hati terhadap saudara-saudari Anda yang ditawan dan memilih untuk tidak menyelamatkan mereka.”

Fitnah

Forum tersebut juga menuntut agar menteri Israel lainnya angkat bicara, dan membuktikan bahwa mereka masih berkomitmen pada nilai dasar Yahudi dan Israel untuk menebus tawanan dan menyelamatkan tawanan Israel di Gaza.

Einav Zangauker, ibu dari tawanan Matan Zangauker, mengatakan Smotrich bersedia mengorbankan Israel dan putranya demi “obsesi menjadi penyelamat disertai dengan sikap yang tidak masuk akal.”

“Kita harus menyingkirkan Smotrich dan Netanyahu untuk membawa pulang semua tawanan!” tulisnya dalam unggahan di X.

Anggota parlemen Moshe Gafni, anggota partai Heredi United Torah Judaism, mengecam Smotrich dan menyebut bahwa perkataannya adalah fitnah.

“Pemulangan mereka yang diculik adalah masalah yang paling penting,” tegasnya, seraya menambahkan partainya akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

Menanggapi kritik dari publik dan pejabat Israel, khususnya Gafni, Smotrich menegaskan kembali pendiriannya. Ia memperingatkan bahwa warga Israel mungkin “dalam bahaya mendatang jika Hamas tetap berkuasa.”

“Sungguh memalukan bahwa anda, Gafni, juga bekerja sama untuk membungkam semua orang yang menolak untuk menyerah kepada Hamas. Sehingga, mereka memutarbalikkan keadaan dengan mengobarkan api di belakang keluarga-keluarga untuk merugikan pemerintah,” tambah Smotrich.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi