Membedah Kecanggihan Fatah 2 dan Khaibar, Dua Rudal Supersonik Andalan Iran Melawan Israel dan AS
Iran baru saja meluncurkan dua rudal supersonik yang mengejutkan Barat, yaitu Kahibar Shekan dan Fatah 2.
Dalam konteks konflik dengan Iran, kantor Perdana Menteri Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menjadi target utama. Garda Revolusi Iran menargetkan rudal andalan mereka, yaitu Khaibar Shekan.
Rudal ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan merupakan bagian dari generasi keempat dari keluarga rudal balistik Khorramshahr. Khaibar dikenal sebagai "rudal hantu" karena desainnya yang membuatnya sulit dideteksi oleh radar, termasuk juga sulit untuk dicegat oleh rudal lain. Keunggulan ini membuatnya dijuluki demikian, ditambah lagi dengan kecepatan yang diklaim mencapai 8 Mach.
Menurut laporan New York Times, Khaibar Shekan dilengkapi dengan sistem panduan canggih yang memungkinkan rudal ini mengenai target secara akurat. Dengan jangkauan mencapai 1.450 kilometer, rudal ini mampu menjangkau wilayah Israel, meskipun jarak antara ibu kota Teheran di Iran dan Tel Aviv di Israel adalah sekitar 1.770 kilometer.
Selain itu, rudal Khaibar memiliki hulu ledak yang sangat besar, dengan berat mencapai 1.500 kilogram dan panjang lebih dari empat meter. Kecepatan luar biasa hingga 19.500 kilometer per jam di luar atmosfer dan 9.800 km/jam di dalam atmosfer membuatnya mampu mengelabui sistem pertahanan udara, termasuk Iron Dome milik Israel.
Nama "Khaibar" sendiri mengingatkan pada Perang Khaibar, sebuah pertempuran penting yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Perang ini berlangsung pada awal bulan Rabiulawal tahun ke-7 Hijriah dan menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam. Oleh karena itu, penyematan nama Khaibar pada rudal balistik Iran diyakini sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan yang dianggap sebagai penjajah, serta sebagai pengingat akan kemenangan bersejarah umat Islam.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4456221/original/062920100_1686106718-1000.jpg)
Fatah 2: 15 kali kecepatan suara
Satu lagi rudal unggulan Iran telah diluncurkan, menembus langit dan mengincar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kemampuan rudal ini diklaim lebih unggul dibandingkan dengan rudal Khaibar. Rudal tersebut dikenal dengan nama Fatah 2, yang sebelumnya pernah menyerang wilayah Israel pada bulan Juni 2025. Dalam bahasa Arab, Fatah berarti 'Sang Pembuka', yang menandakan dimulainya era baru teknologi nuklir yang dirancang oleh Iran. Nama Fatah diberikan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang kini telah tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel dan AS.
Rudal Fatah 2 pertama kali digunakan oleh Iran dalam perang melawan Israel dan AS. Mengutip dari kantor berita Fars Iran, yang merujuk pada sumber militer setempat, rudal balistik hipersonik ini merupakan versi kedua dari rudal balistik hipersonik Fatah. Pengumuman resmi mengenai rudal Fatah 2 dilakukan pada tanggal 19 November 2023. Rudal ini diklaim memiliki kecanggihan luar biasa, yakni mampu diluncurkan ke luar angkasa dan kemudian menukik dengan kecepatan supersonik menuju target yang telah ditentukan. Sistem rudal ini dirancang untuk menggabungkan kecepatan tinggi dengan kemampuan manuver, sehingga dapat mengecoh sistem pertahanan.
Setelah memasuki atmosfer, rudal ini dapat melakukan manuver, membuatnya sulit untuk dilacak dan dicegat. Berdasarkan informasi dari The Sunday Guardian, rudal Fatah 2 dikatakan memiliki jangkauan hingga 1.500 kilometer. Dengan kecepatan mencapai 5,1 kilometer per detik, rudal ini mampu bergerak dengan kecepatan 15 Mach atau 15 kali kecepatan suara, lebih cepat dibandingkan rudal Khaibar yang hanya memiliki kecepatan 8 Mach. Selain itu, rudal Fatah 2 juga dilengkapi dengan hulu ledak glide vehicle (HGV), yang merupakan jenis hulu ledak modern yang meningkatkan efektivitas serangan.