FOTO: Wajah Cemas Trader Kala Wall Street 'Kebakaran' Imbas Kebijakan Tarif Imbal Balik Donald Trump
Situasi ini menggambarkan kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan tarif yang diimplementasikan pemerintahan Trump terhadap perdagangan global.
Sejumlah trader terlihat mengamati dengan seksama pergerakan saham di Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) pada Kamis (3/4/2025), menyusul pengumuman kebijakan tarif timbal balik yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump . Kebijakan proteksionisme terbaru ini membuat saham-saham di Wall Street mengalami penurunan signifikan.
Para pelaku pasar tampak cemas mengawasi papan elektronik yang menampilkan grafik saham yang mayoritas berada di zona merah.
Situasi ini menggambarkan kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan tarif yang diimplementasikan pemerintahan Trump terhadap perdagangan global.
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Seorang trader mengamati saham Wall Street atau Bursa Efek New York (NYSE) yang anjlok usai penetapan tarif timbal balik yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025). ©CHARLY TRIBALLEAU/AFP