Advertisement
Advertisement
Ketujuh anak malang ini berasal keluarga Bakri, Omran dan Abu Naja. Mereka tewas setelah serangan udara Israel menghantam gedung tiga lantai yang ditempatinya.
Anak-anak malang itu tampak terbujur kaku saat berada di Rumah Sakit Eropa, Jalur Gaza. Jasad mereka tampak disejajarkan. Sementara, petugas medis membersihkan darah di tubuh mereka dan mengkafaninya sebelum dimakamkan.
Advertisement
Badan amal Save the Children mendesak gencatan senjata antara Palestina dan Israel segera dilakukan di Gaza. Mereka juga memperingatkan korban akan terus meningkat seiring berkurangnya pasokan air.
“Lebih dari 1.000 anak dilaporkan tewas dalam 11 hari serangan udara Israel di Gaza, artinya satu anak setiap 15 menit dan sepertiga dari total korban jiwa adalah anak-anak,” kata badan amal yang berbasis di Inggris itu dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu, Rabu (18/10).
Advertisement
“Air hampir habis dan waktu hampir habis untuk anak-anak Gaza,” kata Jason Lee, direktur kantor Save the Children’s Palestine.
Advertisement