FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina di Jalur Gaza Terkepung Genangan Banjir

Guyuran hujan lebat menambah penderitaan warga Palestina yang mengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina di Jalur Gaza Terkepung Genangan Banjir
FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina di Jalur Gaza Terkepung Genangan Banjir (Merdeka.com)

Guyuran hujan lebat menambah penderitaan warga Palestina yang mengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Sabtu (27/1/2024). Pasalnya, kamp pengungsian warga Palestina yang melarikan diri dari serangan Israel itu tampak terkepung genangan banjir.

Guyuran hujan lebat menambah penderitaan warga Palestina yang mengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Sabtu (27/1/2024). Pasalnya, kamp pengungsian warga Palestina yang melarikan diri dari serangan Israel itu tampak terkepung genangan banjir.
Dok. Istimewa

Tak sedikit tenda pengungsi yang turut terendam genangan banjir.

Tak sedikit tenda pengungsi yang turut terendam genangan banjir.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Warga pun harus bekerja ekstra menguras air yang membanjiri tendanya. Selain itu, mereka juga harus mengeringkan karpet, kasur, dan alas lainnya yang basah kuyup terkena banjir.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kondisi ini juga membawa dampak lebih buruk terhadap kondisi kesehatan para pengungsi Palestina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pasalnya, para pengungsi Palestina kini menghadapi risiko diare dan kolera yang lebih tinggi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bayangan anak Palestina pada genangan yang mengepung kamp pengungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Sabtu (27/1/2024).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut laporan Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Jumat (26/1/2024), mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas kini telah mencapai lebih dari 26.000 orang sejak peperangan meletus pada 7 Oktober 2023.

Sementara, sebanyak 64.000 orang terluka akibat gempuran Israel.

Sementara, sebanyak 64.000 orang terluka akibat gempuran Israel.
Dok. Istimewa
Rekomendasi